Bagi Cici Chania, insiden ini jelas menjadi momen yang tak terlupakan. Di satu sisi, ia dihujani candaan dari netizen, namun di sisi lain, banyak yang memuji keberaniannya membawa Pororo bertemu “kucing nomor satu di Indonesia”. Sementara itu, Bobby Kertanegara—meski sempat kaget—tetap menjaga martabatnya sebagai kucing Istana dengan tidak membalas serangan “rakyat jelata”.

Yang menarik, insiden ini justru meningkatkan popularitas kedua kucing tersebut. Tagar #PororoVsBobby sempat menjadi trending di Twitter selama beberapa jam, dan unggahan terkait pertemuan mereka telah dikomentari ribuan kali dengan berbagai meme, fan art, hingga teori konspirasi lucu tentang “perang antar kucing elite”.

Bagi para pecinta kucing, momen ini menjadi pengingat bahwa meski terlihat imut dan jinak, insting alami kucing tetap tak bisa diprediksi—apalagi saat mereka merasa wilayahnya terganggu. Namun, justru di situlah letak keunikan dan daya tariknya di mata publik.

Hingga kini, belum ada komentar resmi dari pihak Istana Negara terkait insiden “penabokan” Bobby Kertanegara. Namun, satu hal yang pasti: kisah ini telah menambah bab baru dalam narasi populer seputar kehidupan hewan peliharaan tokoh publik—dan mungkin saja, ini justru awal dari persahabatan yang tak terduga antara dua kucing yang kini sama-sama jadi bahan obrolan jutaan orang.