Tapi siapa sangka, suasana damai itu tiba-tiba berubah drastis. Saat Bobby mendekat terlalu cepat, Pororo tampak merasa terancam. Dalam sekejap, kucing milik Cici itu mengangkat cakarnya dan—tanpa basa-basi—“menabok” Bobby hingga sang kucing kepresidenan terpental mundur beberapa sentimeter. Reaksi spontan itu sontak membuat Cici Chania terkejut dan langsung berulang kali meminta maaf.

“Ya Allah, maaf, maaf, deg-degan akunya!” ujar Cici sambil memeluk erat Pororo, suaranya terdengar gemetar karena khawatir.

Rekaman tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial, terutama di Threads dan Twitter. Warganet ramai-ramai memberikan komentar lucu namun penuh kasih terhadap insiden tak terduga itu. Banyak yang menyebut Bobby sebagai “gentleman sejati” karena tidak membalas serangan Pororo, meski secara status ia jauh lebih “berpengaruh”.

“Masa coba Pororo nabok kucing RI 0,5 Bobby Kertanegara. Rooo awas kamu! Bisa kehilangan status WNI kamu Ro! Emaknya sampai pucet,” canda akun @arvanachmad yang pertama kali mengunggah video tersebut.

Sementara itu, pengguna @rasayresyong menambahkan, “Dia (Bobby) 2x kena tabok (atau malah lebih) juga sama kucing lain. Meski dibilang ‘Gapapa-gapapa. Namanya juga kenalan’... Mamak mana yang gak deg-degan kalau anaknya nabok anak Presiden?”

Netizen lain, @raditiadhanie, justru memuji sikap Bobby. “Tapi Bobby behaved like a gentleman loh, ditabok gak bales petantang-petenteng. Anak orang kaya padahal,” tulisnya dengan nada bercanda.

++++

Sedangkan akun @riapptr menyimpulkan momen itu dengan nada dramatis: “Bobby shocknya ada banget, baru kali ini kayaknya ditabok rakyat.”

Baca juga: Inilah Jawaban Lengkap Trivia FC Mobile Cerita Bangsa Hari Pertama: Petualangan Sepak Bola Jepang yang Wajib Kamu Tahu!

Insiden kecil ini justru menjadi bukti nyata bahwa popularitas tidak hanya milik manusia—kini, hewan peliharaan publik figur pun bisa menjadi bintang media sosial. Lebih dari sekadar hiburan, momen ini juga menggambarkan dinamika unik antara hewan peliharaan terkenal, di mana status sosial mereka—meski hanya di dunia maya—memengaruhi cara publik memandang interaksi mereka.