Profil Hasan Nasbi yang Tangapi Program Makan Bergizi Gratis Rp 7500 per Anak
Profil Hasan Nasbi yang Tangapi Program Makan Bergizi Gratis Rp 7500 per Anak
Berita mengenai program makan bergizi gratis atau makan siang gratis untuk anak-anak dengan anggaran hanya Rp7.500 per anak telah menimbulkan kontroversi.
Menurut Hasan Nasbi, isu tersebut telah berkembang jauh dari kebenaran.
Siapakah Hasan Nasbi?
Hasan Nasbi adalah pendiri lembaga survei Cyrus Network. Meskipun kini ia sudah tidak aktif lagi di lembaga tersebut, Hasan berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat.
Pada Pilpres 2024, ia bertindak sebagai juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran dan saat ini menjabat sebagai Anggota Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi.
Tanggapan Hasan Nasbi tentang Isu Makan Bergizi Gratis
Hasan Nasbi turut mengomentari isu anggaran makan bergizi gratis yang ramai dibicarakan di media sosial. Isu ini berkaitan dengan pemotongan anggaran yang telah diprogramkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan telah menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat.
"Isu yang berkembang, menurut saya, sudah jauh dari kebenaran. Makan bergizi gratis itu dipatok Rp7.500, tiba-tiba sudah ada angka. Hingga saat ini, satu-satunya kesimpulan yang bisa diambil adalah alokasi anggaran makan gratis 2025 sebesar Rp71 triliun untuk APBN 2025," kata Hasan dalam wawancara pada Jumat (19/7/2024).
Hasan Nasbi menambahkan bahwa Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus kepada timnya, menekankan dua hal penting: standar gizi dan optimalisasi penerima manfaat.
"Terkait alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun, pesan Pak Prabowo ada dua. Pertama, harus memenuhi standar ketercukupan gizi. Kedua, harus dioptimalkan jumlah penerima manfaatnya," ujar Hasan.
Ia juga menyebutkan bahwa timnya sedang melakukan riset dan uji coba sebelum program tersebut diluncurkan.
"Semua proses riset, kajian, dan uji coba akan didasarkan pada dua pesan arahan Pak Prabowo. Semua formula yang menjadi kesimpulan pilot project harus memenuhi dua pesan tadi," tambahnya.
Update Terbaru
BEI Ungkap Dua Emiten Masuk Kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi
Jumat / 03-07-2026, 16:26 WIB
Usulan Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Diklaim Perkuat Keuangan JKN
Jumat / 03-07-2026, 16:26 WIB
Pos Indonesia dan GT Empire Jalin Kerja Sama Logistik ke Malaysia
Jumat / 03-07-2026, 16:26 WIB
Seluruh Seri Galaxy S27 Akan Dilengkapi Fitur Privacy Display
Jumat / 03-07-2026, 16:22 WIB
50 Ucapan Ulang Tahun untuk Ibu yang Menyentuh Hati
Jumat / 03-07-2026, 16:22 WIB
Sinopsis Drama Jepang Human Vapor, Perburuan Kriminal yang Bisa Berubah Jadi Uap
Jumat / 03-07-2026, 16:11 WIB
Jurnalis Ungkap Sentralisasi Kekuasaan di Masa Kedua Trump
Jumat / 03-07-2026, 16:11 WIB
Algeria Hadapi Swiss di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Kebakaran Hutan di Colorado Paksa Pembatalan Kembang Api 4 Juli
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Dodgers Hadapi Padres dalam Empat Pertandingan di Dodger Stadium
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Saham Meta Melonjak Hampir 9% Usai Rencana Masuk Pasar Cloud Computing
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Investigasi Ungkap Kesenjangan Rasial dalam Penanganan Nyeri Persalinan
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berlangsung, 30 Persen Area Terkendali
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas Dianiaya Kakak karena Bumbu Pecel
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB






