Fitur Pendukung: Radio dan Senter

Meskipun sederhana, fitur hiburnya cukup menghibur. Radio FM tetap ada dan uniknya, Anda tidak perlu mencolokkan headset sebagai antena. Ini adalah fitur yang sangat disukai oleh pekerja lapangan yang ingin mendengarkan berita atau musik sambil bekerja.
 
Selain itu, lampu senter LED di bagian atas ponsel memiliki luminositas yang cukup untuk menerangi jalan gelap atau membantu membaca kunci di malam hari, sebuah fitur yang sering dilupakan oleh smartphone modern yang mengandalkan layar sebagai lampu darurat.
 

Harga dan Ketersediaan: Worth It atau Tidak?

Di pasar Eropa, Nokia 123 Shield dibanderol dengan harga yang sangat bersahabat, yakni di kisaran 35 hingga 40 Euro. Jika dikonversikan ke Rupiah dengan kurs saat ini, harganya berada di angka Rp950.000 hingga Rp1.100.000.
 
Harga ini sangat kompetitif untuk sebuah perangkat rugged yang menawarkan ketenangan pikiran (karena tidak mudah rusak) dan kebebasan dari distraksi digital.
 

Analisis Pasar: Akankah Rilis di Indonesia?

Ini adalah pertanyaan sejuta umat bagi penggemar Nokia di Tanah Air. Hingga artikel ini diturunkan pada 25 Juli 2026, HMD Global belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal masuknya Nokia 123 Shield ke Indonesia.
 
Namun, ada tantangan besar yang harus dipertimbangkan oleh calon pembeli di Indonesia: Jaringan 2G. Nokia 123 Shield adalah perangkat Single/Dual Band 2G. Seperti yang kita ketahui, banyak operator seluler di Indonesia yang mulai mematikan jaringan 2G (sunset policy) untuk mengalihkan frekuensi bagi 4G dan 5G.
 
Peringatan Penting: Sebelum Anda tergiur untuk membeli (jika nanti masuk melalui jalur impor atau rilis resmi), pastikan operator seluler di wilayah Anda masih mendukung jaringan 2G/GSM. Jika tidak, ponsel secanggih dan setangguh apa pun tidak akan bisa digunakan untuk menelepon.