Warga Port Arthur, Texas, menghadapi krisis kesehatan akibat emisi beracun dari kilang minyak Motiva milik Saudi Aramco.

Di saat yang sama, perusahaan itu menjadi sponsor utama Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di Houston, hanya 100 mil dari lokasi kilang.

>>> LeBron James Tinggalkan Lakers, Banyak Tim Buru Pemain Bebas

Kilang Motiva seluas 3.600 hektare itu merupakan kilang terbesar di Amerika Serikat dengan kapasitas produksi 654.000 barel minyak mentah per hari.

Sejak 2017, kilang ini sepenuhnya dimiliki oleh raksasa minyak negara Arab Saudi.

Komunitas sekitar terpapar benzene, metana, karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan sulfur dioksida dalam konsentrasi tinggi.

Akibatnya, angka kematian akibat kanker di Port Arthur yang mayoritas penduduknya berkulit hitam 40% lebih tinggi dari rata-rata Texas.

Warga Frustrasi dengan Polusi dan Minimnya Manfaat Ekonomi

Jamal Johnson, warga Port Arthur bagian barat, mengaku banyak teman dan keluarganya menderita penyakit aneh. "Mereka terus melepaskan gas beracun; seperti itu setiap saat.

Sangat menyebalkan," ujarnya.

Manfaat ekonomi dari operasi kilang tidak dirasakan oleh kota yang dinobatkan sebagai kota termiskin di Texas pada 2021 itu.

Hampir 30% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Greg Richard, warga yang tinggal di dekat pabrik Motiva, mengatakan, "Ini neraka. Seharusnya jalanan di sini berlapis emas.

Tapi kenyataannya tidak seperti itu."

Regulator negara bagian telah memberikan sanksi kepada Motiva beberapa kali. Tahun ini, mereka didenda £9.900 karena pelepasan sulfur dioksida tanpa izin pada 2023.

Pada Juli tahun lalu, denda £43.000 diberikan untuk pelanggaran yang lebih besar, dan pada 2022 denda £214.000 akibat kebocoran air terkontaminasi.