Vinicius Junior Tak Cukup Menang, Harus Bantu Brasil dengan Gaya
Vinicius Junior tidak hanya dituntut membawa Brasil meraih gelar juara Piala Dunia. Ia juga harus melakukannya dengan gaya yang memukau.
Sejak debutnya di Flamengo, Vinicius telah menunjukkan bakat luar biasa.
>>> Anggota Kongres AS Minta Atlet Kano Tak Dipenjara Atas Kasus Kolam Refleksi
Pada Kejuaraan Amerika Selatan U-17 2017 di Rancagua, Chile, ia mencetak dua gol ke gawang Kolombia, termasuk gol lob dari luar kotak penalti.
Penampilan itu membuat Real Madrid merekrutnya dengan harga hampir €50 juta pada 2018. Kini, ia telah mengoleksi tiga gelar liga dan dua trofi Liga Champions bersama Madrid.
Namun, bersama tim nasional Brasil, Vinicius belum merasakan banyak kesuksesan.
Ia hanya memiliki medali runner-up Copa America 2021 dan gagal di Piala Dunia 2022 setelah Brasil tersingkir di perempat final oleh Kroasia.
Brasil terakhir kali juara Piala Dunia pada 2002, saat Vinicius masih berusia dua tahun. Kini, ia menjadi harapan untuk mengakhiri puasa gelar selama 24 tahun.
Vinicius sadar bahwa kemenangan saja tidak cukup.
Ia ingin menuliskan sejarah baru dengan gaya bermain indah, seperti yang dilakukan Pele pada 1970 atau Ronaldo pada 2002.
Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, Vinicius semakin matang.
>>> Stale Solbakken Anggap Brasil Bukan Tim Favorit, Erling Haaland cs Pede Menang
Ia menjadi ancaman utama dengan catatan 18 dribel ke kotak penalti lawan, tertinggi di turnamen, serta xG 3,87 dan 10 tembakan tepat sasaran.
Pertandingan melawan Norwegia di babak 16 besar akan menjadi ujian berat. Norwegia diperkuat Erling Haaland, Martin Odegaard, dan Antonio Nusa, serta didukung suara keras 'Viking Row'.
Namun, Vinicius percaya diri. Hubungannya dengan Ancelotti, yang pernah membesutnya di Madrid, menjadi kunci.
Ancelotti membantunya menemukan identitas sebagai pemimpin dan pemain tim.
Vinicius kini menjadi pusat kreativitas Brasil. Meski Neymar juga ada di skuad, beban besar ada di pundaknya untuk membawa Selecao kembali ke puncak.
Perjalanan Vinicius telah berlangsung lebih dari satu dekade. Ia masih berusia 25 tahun, tetapi sudah menjadi sorotan dunia.
Pertandingan melawan Norwegia adalah yang terpenting dalam karier internasionalnya.
>>> Kunci Kemenangan Maroko Atas Kanada, Azzedine Ounahi Borong 2 Gol
Jika Brasil ingin tampil di final pada 19 Juli, mereka membutuhkan versi terbaik dari Vinicius Junior. Dan ia siap memberikan yang terbaik, dengan gaya.
Update Terbaru
Brandon Aiyuk dan Jayden Daniels Berseteru di Media Sosial
Minggu / 05-07-2026, 10:43 WIB
Relawan Temukan Salinan Langka Deklarasi Kemerdekaan AS 1776 di Arsip Inggris
Minggu / 05-07-2026, 10:42 WIB
Bystanders Selamatkan Anak yang Jatuh ke Kandang Satwa di Disney Animal Kingdom Lodge
Minggu / 05-07-2026, 10:42 WIB
Bahaya Kebakaran Hutan Paksa Kota-Kota di Barat Batal Kembang Api 4 Juli
Minggu / 05-07-2026, 10:42 WIB
Perayaan 250 Tahun AS di Houston: Ribuan Warga Padati Parade dan Kembang Api
Minggu / 05-07-2026, 10:38 WIB
Maroko Hancurkan Kanada 3-0, Tantang Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 10:37 WIB
5 Operasi Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Minggu / 05-07-2026, 10:37 WIB
Komunitas Muslim di Jepus Terus Bertambah, Kebutuhan Masjid Kian Mendesak
Minggu / 05-07-2026, 10:36 WIB
Hukum Memakai Sunscreen Setelah Wudhu Sebelum Sholat
Minggu / 05-07-2026, 10:35 WIB
3 Shio yang Diprediksi Banjir Rezeki pada 6-12 Juli 2026
Minggu / 05-07-2026, 10:35 WIB
Ofero Carria 1: Motor Listrik Jarak Tempuh 130 KM untuk UMKM
Minggu / 05-07-2026, 10:35 WIB
Pertamina Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara
Minggu / 05-07-2026, 10:35 WIB
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian untuk Negeri
Minggu / 05-07-2026, 10:35 WIB
KPK Sita 55 Kg Platinum Senilai Rp40 Miliar dari Mobil Bupati Langkat
Minggu / 05-07-2026, 10:35 WIB







