Petenis wildcard asal Inggris, Arthur Fery, berhasil melaju ke babak ketiga Wimbledon untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Ia mengalahkan petenis kualifikasi asal Finlandia, Otto Virtanen, dengan skor 5-7, 7-6, 6-3, 6-3.

>>> Platform Streaming Sajikan Film Klasik AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan

Kemenangan ini menjadikan Fery sebagai satu-satunya petenis Inggris yang tersisa di nomor tunggal putra maupun putri di turnamen Grand Slam tersebut.

Petenis peringkat 118 dunia itu mengaku lega dan bangga atas pencapaiannya.

Fery mengungkapkan bahwa ia menggunakan penyumbat telinga dan penutup mata saat mengalahkan Damir Dzumhur di babak sebelumnya untuk membantu konsentrasi.

Saat bertanding melawan Virtanen di Lapangan 18, ia tetap fokus meskipun Putri Wales hadir menyaksikan dari tribun.

"Saya tidak mendengarnya," kata Fery tentang kehadiran kerajaan. Ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi di tengah gangguan turnamen besar.

>>> Argentina Kalahkan Cape Verde, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia

Fery memilih untuk tetap bermain di Lapangan 18 pada babak ketiga melawan Zizou Bergs dari Belgia, alih-alih pindah ke lapangan yang lebih besar.

Pihak All England Club mendukung keputusan itu karena Fery tampil baik di lapangan tersebut.

Ibu Fery pernah bermain di Prancis Terbuka 1991, sementara ayahnya memiliki klub sepak bola Prancis FC Lorient.

Fery memilih jalur pendidikan tradisional pada usia 14 tahun dan kemudian kuliah di Stanford University sebelum menjadi petenis profesional penuh waktu pada 2022.

Meskipun tinggi badannya hanya 5 kaki 9 inci, Fery mampu menghadapi servis keras Virtanen yang mencapai 140 mph dengan pergerakan lapangan yang presisi.

>>> Kapten Maroko Achraf Hakimi Hadapi Kanada di Piala Dunia di Tengah Sidang Pemerkosaan

Ia menolak anggapan bahwa menjadi satu-satunya harapan Inggris adalah tekanan. "Saya hanya ingin menang untuk diri saya sendiri," ujarnya.