Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui penjualan militer asing senilai $1,5 miliar untuk desain dan konstruksi di Pangkalan Angkatan Laut Callao, Peru.

Keputusan ini diumumkan oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) dan langsung memicu perdebatan tentang dampaknya terhadap keseimbangan militer di kawasan.

>>> Jadwal Tayang Anime dan Berita Terkini 4-6 Juli 2026

Meskipun secara resmi bukan pangkalan milik AS yang dibangun di Amerika Latin, proyek ini merupakan permintaan Peru yang didukung melalui sistem penjualan militer AS.

Bukan Pangkalan AS, Tapi Dampaknya Luas

Dokumen resmi menyebutkan Peru meminta peralatan dan jasa untuk fasilitas maritim dan darat di Pangkalan Angkatan Laut Callao.

Paket tersebut mencakup desain siklus hidup, konstruksi, manajemen proyek, studi teknik, penilaian infrastruktur, survei, dukungan teknis, dan jasa logistik.

DSCA menegaskan proposal ini "tidak akan mengubah keseimbangan militer regional."

Namun pernyataan itu mungkin tidak meredakan kekhawatiran, terutama di saat pelabuhan di pantai Pasifik Amerika Selatan semakin bernilai untuk perdagangan dengan Asia.

Mengapa Callao Begitu Penting?

Callao bukan sekadar tepi laut biasa.

Otoritas Pelabuhan Nasional Peru mencatat terminal publik dan swasta di negara itu memindahkan lebih dari 145,5 juta ton kargo AS pada 2025.

Terminal Kontainer Selatan Callao memimpin dengan sekitar 24,2 juta ton AS, disusul Terminal Multiguna Utara Callao dengan sekitar 22,4 juta ton AS.

Artinya, aktivitas pelabuhan sangat padat: derek, truk, penanganan bahan bakar, bea cukai, pekerja dermaga, aktivitas angkatan laut, dan permukiman sekitar beroperasi di ruang yang sangat terbatas.

Di sinilah pertanyaan lingkungan mulai muncul.

Reuters melaporkan rencana Peru memindahkan pangkalan angkatan laut utama di Callao akan membantu memperluas pelabuhan komersial di sekitarnya.