Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung menghubungi PT Pertamina (Persero) setelah mendengar keluhan petani di Merauke, Papua Selatan, tentang keterbatasan pasokan solar untuk pertanian.

Keluhan itu disampaikan saat Amran meninjau program cetak sawah rakyat (CSR) di Distrik Semangga, Merauke, pada Sabtu (4/7).

>>> Dua Pelanggaran Keras, Romero Bersih Kartu di Argentina vs Cape Verde

"Dirjen [PSP] tolong ditelepon sekarang ke Pertamina, cari nomor teleponnya, telepon," kata Amran di hadapan petani dan jajarannya.

Seorang petani yang menggunakan drone untuk pertanian meminta agar pasokan solar dipermudah.

Ia berharap ada POM solar khusus petani atau SPBU yang melayani kebutuhan bahan bakar alat dan mesin pertanian.

Menanggapi hal itu, Amran menanyakan penyebab sulitnya petani memperoleh solar. Ia kemudian meminta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) segera berkoordinasi dengan Pertamina.

Menurut Amran, meningkatnya kebutuhan solar justru menandakan aktivitas pertanian di Merauke semakin berkembang.

"Saya bahagia karena bapak [petani] kesulitan solar, artinya bapak ini mau kerja keras.

Kalau dulu dikirim solar tidak dipakai, sekarang kekurangan solar saya bangga dengan kekurangan itu, berarti bapak mau kerja keras," ujarnya.

Usai acara, Amran memastikan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Pertamina. Hasilnya, perusahaan pelat merah itu disebut menyetujui penambahan kuota solar bagi petani.

>>> KPK Evaluasi OTT Langkat dan Kuansing yang Diduga Bocor

"Kami langsung sudah telepon tadi. Justru [para petani] kekurangan solar, minta tambah solar.

Dan kami bahagia karena kekurangan solar. Artinya kerja keras kan.

Nah kami telepon langsung Pertamina, mereka sudah setuju untuk menambah kuotanya. Jadi tidak ada masalah," kata Amran kepada wartawan.

Ia menambahkan koordinasi Kementerian Pertanian dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina berjalan baik sehingga penambahan kuota solar diharapkan segera terealisasi.

"Koordinasi kami dengan Menteri ESDM Pak Bahlil [Lahadalia], Dirut Pertamina [Simon Aloysius Mantiri] sangat baik," ujarnya.

Kebutuhan solar di Merauke meningkat seiring penggunaan alat dan mesin pertanian dalam program cetak sawah, seperti traktor, pompa air, combine harvester, dan drone pertanian.

Hingga saat ini, pemerintah belum memiliki SPBU khusus petani.

>>> Indonesia Kirim Dubes untuk Beri Penghormatan ke Jenazah Ali Khamenei

Kebutuhan bahan bakar sektor pertanian dipenuhi melalui penyaluran solar subsidi yang didistribusikan Pertamina melalui jaringan SPBU dan lembaga penyalur resmi.