Qantas Airways akan meluncurkan penerbangan nonstop pertama di dunia pada Oktober 2027. Rute yang dilayani adalah Sydney (Australia) ke London (Inggris).

Layanan ini diberi nama Project Sunrise. Waktu tempuh antara kedua kota dipangkas hingga empat jam, dari 23 jam menjadi 19 jam.

>>> Air Mata dan Teriakan Massa di Upacara Pemakaman Ali Khamenei

CEO Qantas Airways Vanessa Hudson mengatakan maskapainya dibangun atas keyakinan bahwa jarak Australia dari seluruh dunia tidak boleh menjadi penghalang.

Ia menyebut langkah ini sebagai yang paling signifikan dalam sejarah 105 tahun perusahaan.

Penerbangan akan menggunakan pesawat Airbus A350-1000ULR jarak ultra-jauh. Pesawat ini telah menjalani uji terbang di Toulouse, Prancis.

Pesawat dilengkapi tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 20 ribu liter di bagian tengah belakang. Hal ini memungkinkan penerbangan nonstop selama 22 jam.

>>> Keributan Timnas Mesir dengan Polisi AS di Piala Dunia

Qantas akan menerima total 12 pesawat Airbus tersebut. Masing-masing dikonfigurasi menjadi empat kabin dengan 238 kursi.

Lebih dari 360 pilot dan 1.200 awak kabin akan dilatih untuk mengoperasikan armada Project Sunrise. Tiket mulai dijual pada Februari 2027.

Rencana ini sudah disiapkan sejak sembilan tahun lalu, namun berulang kali ditunda. Setelah Sydney-London, Qantas akan mempersiapkan rute Sydney-New York.

>>> Trump Sebut Ada Upaya Ubah Karakter Bangsa Amerika Serikat

Menteri Perdagangan Australia Don Farrell menyambut baik kabar tersebut. Ia menyebutnya sebagai tonggak penting bagi penerbangan dan pariwisata Australia dan Inggris.