Presiden Donald Trump mengunjungi Mount Rushmore di Keystone, South Dakota, pada Jumat malam, 3 Juli 2026.

Kunjungan itu dilakukan untuk menyampaikan pidato di bawah monumen tersebut menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 5 - 12 Juli 2026

Kunjungan ini kembali menyoroti perdebatan lama soal keinginan Trump untuk diabadikan di gunung tersebut. Namun, penilaian geologis menunjukkan batuan tidak dapat mendukung penambahan ukiran lagi.

Menambahkan wajah kelima di monumen nasional itu memerlukan persetujuan Kongres. Namun, realitas struktural menjadi penghalang permanen karena gunung tidak memiliki cukup batuan stabil untuk perluasan.

Catatan sejarah dari masa pembangunan monumen antara 1927 dan 1941 mengungkapkan bahwa keterbatasan batu sudah disadari oleh pembuat asli sejak awal proses pemahatan.

"Keterbatasan batu sangat serius sehingga saya ragu apakah mungkin mengubah komposisi yang sudah tetap untuk memasukkan kepala kelima," tulis pemahat utama Gutzon Borglum.

Tantangan geologis juga ditemui dalam diskusi tentang kemungkinan menghormati mantan presiden AS lainnya di muka gunung South Dakota.

"Sayangnya, kami juga melihat Ronald Reagan, dan masalahnya adalah para ahli geologi yang kami ajak bicara mengatakan tidak ada batuan yang bagus di gunung itu," kata Senator Mike Rounds, R-S.

D.

Opini publik mengenai kemungkinan modifikasi monumen bersejarah itu masih terbagi di kalangan politisi, pengunjung, dan pemeraga sejarah di lokasi.

"Konon tidak cukup ruang di atas untuk menambah wajah lain, tetapi jika mereka bisa menemukan ruang ekstra untuk menambahkan seseorang, saya pikir presiden Trump atau Reagan akan menjadi kandidat yang baik!"

kata Gubernur South Dakota Larry Rhoden, seorang Republikan.