Indonesia Siap Implementasikan Ekosistem Perdagangan Karbon
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa ekosistem perdagangan karbon Indonesia telah siap diimplementasikan. Langkah ini bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Atas perintah Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mulai menyempurnakan ekosistem perdagangan karbon dan dapat segera menjalankannya. Hal ini disampaikan Antoni dalam pernyataan yang dikutip oleh ANTARA.
>>> Keluarga Primm Turun Tangan Selamatkan Kota Kasino yang Sekarat
Kementerian Kehutanan akan menerbitkan persetujuan menteri dan memfasilitasi pelepasan kredit karbon kehutanan kepada tiga pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dan satu entitas perhutanan sosial.
Peluncuran perdana akan mencakup volume sekitar 31 juta ton setara CO2 (CO2e). Nilai transaksi total diperkirakan mencapai Rp5 triliun (sekitar US$277,52 juta).
Dari nilai tersebut, diperkirakan akan menghasilkan sekitar Rp500 miliar (US$27,77 juta) dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Penyerahan resmi kredit karbon akan dilakukan pada 6 Juli 2026. Acara ini berlangsung tiga hari sebelum peluncuran resmi Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026.
>>> Mantan Taylor Swift, Matty Healy, Ajak Tunangan Makan Siang di Hari Pernikahan Taylor
SRUK akan menjadi infrastruktur utama bagi pasar karbon nasional Indonesia.
Antoni menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari mandat Presiden sebagai mesin pertumbuhan baru untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Pertumbuhan hijau dimanfaatkan agar ada keseimbangan antara pembangunan, ekonomi, dan ekologi.
>>> Gedung Empire State Jadi 'Something Blue' Pernikahan Taylor Swift
Pemerintah Indonesia berulang kali menegaskan komitmennya untuk membangun pasar karbon yang kredibel, transparan, dan terintegrasi. Mekanisme ini menjadi kunci untuk memobilisasi pembiayaan iklim global dan pembangunan regional berkelanjutan.
Update Terbaru
Mahasiswa Doktoral IPB Pelajari Manajemen dan Ketahanan Pangan di Bogasari
Sabtu / 04-07-2026, 08:28 WIB
Chef Daijiro Horikoshi Hadirkan Kuliner Jepang Kontemporer Bernuansa Bali di Surabaya
Sabtu / 04-07-2026, 08:28 WIB
Praktisi Usul JHT Bebas Pajak Jika Dialihkan ke SBN Ritel
Sabtu / 04-07-2026, 08:28 WIB
J-Novel Club Umumkan Lisensi 7 Novel Ringan dan 2 Manga Baru
Sabtu / 04-07-2026, 08:27 WIB
Omroep MAX Rilis Jadwal Acara TV Musim Panas 2026
Sabtu / 04-07-2026, 08:26 WIB
Argentina Kalahkan Cape Verde Lewat Drama Extra Time, Lolos ke 16 Besar
Sabtu / 04-07-2026, 08:26 WIB
BRIN dan RSHS Bandung Perkuat Riset Radiofarmaka Lokal untuk Diagnosis dan Terapi Kanker
Sabtu / 04-07-2026, 08:24 WIB
Emirates Tawarkan Penginapan Gratis di Dubai dan 600 Penawaran Eksklusif
Sabtu / 04-07-2026, 08:24 WIB
Bunnie XO Diterima di Arizona State University di Tengah Proses Perceraian dengan Jelly Roll
Sabtu / 04-07-2026, 08:24 WIB
Dua Tamu Pakai Gaun Sama di Pernikahan Taylor Swift
Sabtu / 04-07-2026, 08:23 WIB
Sahabat Taylor Swift Mulai Berdatangan ke Pesta Pernikahan di New York
Sabtu / 04-07-2026, 08:23 WIB
Argentina vs Tanjung Verde: Messi Cs Menang Dramatis 3-2 Lewat Extra Time
Sabtu / 04-07-2026, 08:23 WIB
Lionel Messi Tembus 20 Gol, Jauhi Kylian Mbappe di Daftar Top Skor Abadi Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 08:23 WIB
Vozinha Tahan Serbuan Messi, Argentina vs Cape Verde ke Extra Time
Sabtu / 04-07-2026, 08:11 WIB






