Limbah kelapa sawit kini menjadi sorotan sebagai sumber energi terbarukan yang potensial. Pada 2026, tren pengolahan limbah sawit diprediksi semakin meningkat seiring kebutuhan energi bersih.

Ada lima jenis limbah kelapa sawit yang dapat diolah menjadi energi. Masing-masing memiliki metode pengolahan yang berbeda dan menghasilkan energi yang bermanfaat.

>>> Jodie Foster Kritik Film F1 Brad Pitt: Seperti Buatan AI

Lima Jenis Limbah Sawit dan Cara Pengolahannya

Pertama, tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dapat diolah menjadi bioetanol atau biogas. Prosesnya melalui fermentasi dan gasifikasi.

Kedua, cangkang sawit digunakan sebagai bahan bakar padat (biomassa) untuk pembangkit listrik. Cangkang memiliki nilai kalor tinggi.

Ketiga, serat sawit juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler di pabrik kelapa sawit. Serat ini mudah didapat dan efisien.

>>> Kjell Nilsson, Pemeran Lord Humungus di 'Mad Max 2', Meninggal di Usia 76

Keempat, limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dapat diolah menjadi biogas melalui proses anaerobik. Biogas ini bisa digunakan untuk pembangkit listrik.

Kelima, pelepah dan daun sawit dapat dikonversi menjadi briket atau pelet biomassa. Ini menjadi alternatif energi rumah tangga.

Pengolahan limbah sawit menjadi energi terbarukan tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan. Juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi industri sawit.

>>> Timnas Indonesia Waspadai Vietnam di Piala AFF 2026

Dengan dukungan teknologi dan kebijakan, tren ini diprediksi akan berkembang pesat pada 2026. Indonesia berpotensi menjadi pemain utama energi terbarukan dari limbah sawit.