Ilmuwan Korea Ubah Ampas Kopi Jadi Bahan Bakar Terbarukan Berpotensi Tinggi
Para peneliti di Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources (KIGAM) berhasil mengembangkan metode baru untuk mengubah ampas kopi bekas menjadi arang berkualitas tinggi yang disebut biochar.
Metode ini dinamakan Flame Plasma Pyrolysis (FPP) dan hanya membutuhkan waktu 90 detik dari awal hingga akhir.
>>> Krisis Penggemar A24 Setelah Teken Kesepakatan AI dengan Google
Proses ini tidak memerlukan pengeringan atau pemisahan minyak yang memakan waktu.
Menurut siaran pers dari National Research Council of Science and Technology Korea Selatan, teknik ini memecahkan masalah utama dalam mengekstraksi potensi energi dari ampas kopi.
Setiap tahun, dunia menghasilkan 8 hingga 10 juta ton limbah kopi berenergi tinggi, namun sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir.
Metode daur ulang kopi yang ada sebelumnya kesulitan karena kadar air yang tinggi pada ampas kopi.
Dalam teknik FPP, limbah kopi diberi tekanan tinggi menggunakan plasma bersuhu 1.652 derajat Fahrenheit.
>>> 5 Drama Korea dengan Kisah Mirip Teach You A Lesson
Metode ini memanaskan uap air yang terperangkap di dalam ampas, menyebabkan ratusan ledakan mikroskopis yang menciptakan struktur berpori kecil.
Proses ini mengurangi total biomassa hingga 83,3 persen dan menghasilkan zat yang "sebanding dengan antrasit".
Biochar yang dihasilkan tidak hanya cocok sebagai bahan bakar, tetapi juga dapat digunakan sebagai material karbon di lingkungan industri dan lingkungan hidup.
Selain mempercepat waktu pemrosesan dari berjam-jam menjadi hanya beberapa menit, proses FPP juga mengurangi polutan seperti asap dan tar selama pemanasan.
Penulis utama studi, Taejun Park, mengatakan teknologi ini menghadirkan paradigma baru di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah pembuangan, melainkan sebagai sumber energi yang berharga.
>>> Lee Do Hyun Dapat Tawaran Bintangi Drakor Aksi 'Destroyer of Destruction'
Tim berencana memperluas teknologi ini ke berbagai jenis limbah organik dengan kadar air tinggi dan mengoptimalkan proses untuk komersialisasi skala industri.
Update Terbaru
Kreator Iron Lung dan Dusk Tolak AI Generatif dalam Pengembangan Game
Rabu / 01-07-2026, 04:29 WIB
Xbox Hentikan Pendanaan RPG Fantasi IO Interactive, Picu PHK
Rabu / 01-07-2026, 04:29 WIB
Aktor Michael Byrne Meninggal di Usia 82 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 04:28 WIB
Quebec Tutup Jalan dan Ubah Jadwal Layanan untuk Canada Day
Rabu / 01-07-2026, 04:28 WIB
Walker Kessler Bereaksi soal Kepergian LeBron James Jelang Pertemuan dengan Lakers
Rabu / 01-07-2026, 04:28 WIB
Kakak Pembawa Acara Love Island Caroline Flack Meninggal Bunuh Diri
Rabu / 01-07-2026, 04:28 WIB
Nike Lampaui Ekspektasi Pendapatan dan Laba Q2 2026
Rabu / 01-07-2026, 04:25 WIB
Persiapan Pernikahan Taylor Swift di MSG: Arena Diselimuti Kain
Rabu / 01-07-2026, 04:25 WIB
Milania Giudice Lempar Makanan dan Lilin Sebelum Ditangkap, Adik Hubungi Polisi
Rabu / 01-07-2026, 04:25 WIB
Anggota DPR AS Mike Lawler Makian Keras soal Kebijakan Sanctuary City
Rabu / 01-07-2026, 04:22 WIB
Viral Video Lawas Maradona Ramal Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
Carlo Ancelotti Khawatirkan Kondisi Paquetá dan Casemiro Jelang Lawan Norwegia
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
California Tak Melarang Ban Performa, Tapi Aturan Baru Bisa Batasi Pilihan Konsumen
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
Daftar 5 Tim Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB






