Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan 2.000 Orang dalam Sepekan
Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Prancis telah menyebabkan sekitar 2.000 orang tewas dalam sepekan.
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengungkapkan bahwa tercatat 2.025 kematian terkait gelombang panas ekstrem di negara tersebut.
>>> Australia Incar Kemenangan Perdana di Fase Gugur Piala Dunia 2026
Angka ini merupakan peningkatan hampir 30 persen dalam jumlah kematian selama pekan 22 Juni dibandingkan pekan sebelumnya.
Puncak gelombang panas memecahkan rekor yang melanda Prancis pada pekan itu, demikian keterangan dari otoritas kesehatan masyarakat pada Jumat (3/7).
"Ada sekitar 2.025 kematian tambahan untuk pekan 22 hingga 28 Juni dibandingkan dengan pekan sebelumnya," kata Rist kepada media lokal, dikutip dari France24.
Meski demikian, Rist memperingatkan bahwa penghitungan tersebut masih jauh dari lengkap.
Angka baru ini menandai peningkatan tajam dari perkiraan sebelumnya yang menyebutkan setidaknya 1.000 kematian terkait panas.
>>> PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion Pendamping Masih Diseleksi
Otoritas Kesehatan Masyarakat Prancis melaporkan terjadi "peningkatan 29,1 persen" atau 2.025 kematian tambahan, namun angka tersebut mungkin merupakan perkiraan yang kurang tepat.
Laporan tersebut mencatat bahwa jumlah kematian meningkat sebesar 62 persen di wilayah Paris selama sepekan puncak gelombang panas sejak 22 Juni.
Lonjakan serupa juga dilaporkan di wilayah Pays de la Loire.
Sejumlah politikus Prancis mengkritik pemerintah karena tindakan yang dinilai tidak memadai untuk menghadapi kenaikan suhu.
>>> Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Bandar Narkoba Buntut Anggota Tewas
Partai Hijau pada Kamis mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Perdana Menteri Sebastien Lecornu.
Update Terbaru
Dari Nonton Maradona di TV Desa, Kini Bubista Pimpin Cape Verde Lawan Argentina
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Cara Dapat Penghasilan Tambahan 100 Ribu per Hari Lewat Aplikasi Resmi 2026
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Daftar 10 Paspor Terkuat di Dunia 2026, Indonesia Peringkat 119
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Ibu-ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya di Sensus Ekonomi 2026
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
PM Pakistan dan Menlu Afghanistan Melayat Jenazah Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB
Pendaftaran Beta Tertutup Ketiga Monster Hunter Outlanders Dibuka, Uji Coba 7 Agustus
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB
Pokémon Scarlet & Violet Kembali Hadirkan Hisuian Typhlosion 7-Star Tera Raid
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB
Xiaomi Luncurkan Empat Produk Redmi Baru: Tablet, TWS, Smartwatch, dan Headphone
Jumat / 03-07-2026, 20:43 WIB
Kemdagri Siapkan Sanksi untuk Bupati Purwakarta Usai Lagu Kontroversial
Jumat / 03-07-2026, 20:43 WIB
Cek Geliat Ekonomi, Purbaya Sebar Anak Buah ke Sejumlah Pasar
Jumat / 03-07-2026, 20:43 WIB
Disney Perbarui Dragon Striker untuk Musim Kedua, Tayang Awal 2027
Jumat / 03-07-2026, 20:42 WIB
Pabrik Cakram PlayStation Terbesar Sony Mulai Beralih ke Mikro Optik
Jumat / 03-07-2026, 20:42 WIB
Meccha Chameleon Jadi Game Terlaris 2026, Penjualan Tembus 12,6 Juta Kopi
Jumat / 03-07-2026, 20:42 WIB
Shuhei Yoshida Kritik Steam Machine: Mahal dan Kinerja Biasa Saja
Jumat / 03-07-2026, 20:42 WIB






