Buku Baru Trump Laris 300.000 Eksemplar di Pekan Pertama
Sebuah buku baru yang mengupas masa jabatan kedua Presiden Donald Trump berhasil menjual lebih dari 300.000 eksemplar pada pekan perilisannya.
Penerbit Simon & Schuster mengumumkan angka tersebut, mencatatkan buku berjudul "Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump" sebagai buku nonfiksi hardcover dengan penjualan pekan pertama terbaik pada 2026.
>>> Badai Matahari Kelas X Picu Peringatan Badai Geomagnetik Jelang Akhir Pekan
Buku setebal 500 halaman ini ditulis oleh jurnalis New York Times, Maggie Haberman dan Jonathan Swan.
Karena tingginya permintaan, penerbit telah memesan cetakan ketiga sebanyak 200.000 eksemplar tambahan.
Total penjualan mencakup praorder, cetak, ebook, dan e-audiobook.
Kesuksesan ini terjadi di tengah penurunan penjualan buku politik dan urusan terkini sebesar 19 persen.
Buku ini menyajikan detail keputusan militer Trump, tindakannya di Departemen Kehakiman, serta dinamika internal Gedung Putih.
Para agen sastra dan penerbit menilai buku ini berhasil menembus pasar yang jenuh dengan konten Trump berkat laporan komprehensif tentang masa jabatan keduanya dan cuplikan tepat waktu mengenai skandal Jeffrey Epstein.
>>> Brayan Rocchio Pukul Walk-Off Home Run, Guardians Kalahkan White Sox
Presiden Trump sendiri menyebut laporan dalam buku itu "sebagian besar dibuat-buat" setelah mendapat pengarahan mengenai publikasi tersebut.
Wakil Presiden dan Penerbit Simon & Schuster, Sean Manning, menyatakan bahwa buku tersebut telah "memasuki percakapan nasional" dan merupakan "karya penting secara historis".
Para penulis juga aktif mempromosikan buku ini di berbagai acara bincang-bincang berita.
Agen sastra Jim Rutman mencatat bahwa meskipun pasar secara umum menurun, "selalu ada ruang untuk segelintir yang luar biasa".
Agen lain, Elyse Cheney, menyebut buku ini sebagai "category killer" dalam subjeknya.
>>> Spanyol Hadapi Portugal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Penjualan buku ini diperkirakan terus berlanjut seiring mendekatnya pemilu paruh waktu.
Update Terbaru
Hyundai Ioniq 3 Siap Hadir di GIIAS 2026, Panaskan Segmen EV Ringkas
Jumat / 03-07-2026, 13:01 WIB
Tiffany Ungkap Respons Tak Terduga Byun Yo Han soal HyoRiSoo
Jumat / 03-07-2026, 12:50 WIB
Manga Defying Kurosaki-kun Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action Baru
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Mariners Sapu Bersih Angels Berkat Dominasi Bryce Miller
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Badai Petir dan Gelombang Panas Ancam Perayaan 4 Juli di Chicago
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Olivia Wilde Sutradarai Edward Norton dalam Film Komedi The Invite
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
AS Perketat Larangan Kembang Api saat Risiko Kebakaran Hutan Ancaman Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Tingkat Vaksinasi Campak Texas Naik Tipis, Masih di Bawah Target Imunitas
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Australia Siapkan Penyesuaian Taktik Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
KPK Tangkap Bupati Langkat, 1 ASN, dan 5 Swasta dalam OTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB






