Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan lancar. Ia mengklaim Iran telah menyetujui hampir semua tuntutan utama Washington.

"Kami sedang bernegosiasi. Saya pikir mereka telah menyetujui hampir semua yang kami butuhkan," kata Trump dalam wawancara dengan CNBC.

>>> Kalender Jawa Jumat Legi 3 Juli 2026: Weton, Neptu, dan Ramalan Rezeki

Trump menegaskan bahwa AS tidak berupaya melakukan perubahan rezim di Iran. Tujuan utama Washington adalah mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

"Kami tidak mencari perubahan rezim. Saya mencari sesuatu yang sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," imbuh Trump.

Trump juga membela tindakan militer AS terhadap Iran. Ia mengklaim Iran telah "benar-benar dikalahkan secara militer" dan AS telah menyerang tiga kali pekan lalu.

Pekan ini, delegasi AS dan Iran menyelesaikan putaran negosiasi tidak langsung di Qatar. Salah satu fokus pembahasan adalah Selat Hormuz.

>>> AJP 2026 Resmi Dibuka, Pertamina Usung Tema 'Energizing Innovation'

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut negosiasi menghasilkan "kemajuan positif" terkait memorandum dan berdasarkan hasil KTT di Swiss.

Trump mengatakan kedua pihak membuat kemajuan terkait pembatasan program nuklir Iran. "Denuklirisasi Iran berjalan dengan baik," ujarnya.

Ketua delegasi Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, mengatakan pembicaraan telah selesai. Kedua pihak tidak merinci apakah perbedaan berhasil dijembatani.

Pembahasan Selat Hormuz sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS-Iran pada Juni lalu.

>>> Hasil Piala Dunia: Gol Ronaldo dan Ramos Bawa Portugal ke 16 Besar

MoU tersebut mengatur Selat Hormuz dibuka untuk lalu lintas global dan pasukan AS berhenti memblokade Iran.