Operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, berujung tragis. Penggerebekan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Katingan terhadap terduga bandar narkoba berubah menjadi bentrokan hebat.

Aparat mendapat perlawanan dari keluarga pelaku hingga warga sekitar. Insiden tersebut menelan korban jiwa dari pihak kepolisian.

>>> 147 Federasi Buruh Bersatu Tuntut UU Ketenagakerjaan Berkeadilan

Bareskrim Polri memastikan akan memberikan dukungan penuh untuk mengusut jaringan narkotika sekaligus memburu para pelaku penyerangan terhadap anggota polisi.

Korban dan Tindak Lanjut

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan pihaknya akan mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga tuntas.

"Pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," kata Brigjen Eko di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam bentrokan tersebut, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, gugur saat menjalankan tugas.

Dua personel lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih belum ditemukan.

Brigjen Eko memastikan Bareskrim akan memberikan bantuan penuh kepada jajaran di lapangan, termasuk dalam upaya pencarian dua anggota yang hilang.

"Kami akan melakukan back up penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan," ujarnya.

>>> Menteri Ekraf Dorong Brand Lokal Go Global Lewat Jakarta X Beauty 2026

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Aipda Yudhi yang meninggal saat bertugas memberantas peredaran narkotika.

Peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi dalam setiap operasi pemberantasan narkoba agar kesiapan personel semakin maksimal menghadapi berbagai ancaman di lapangan.

"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan.

Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika," tutupnya.

Bentrokan bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas bandar narkoba. Situasi memanas setelah keluarga terduga pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Kericuhan semakin membesar ketika warga lainnya ikut berdatangan dan terlibat dalam bentrokan.

>>> Lima Browser Eropa Tawarkan Alternatif Privasi dan Kedaulatan Data

Di tengah upaya polisi mengendalikan situasi, Aipda Yudhi gugur, sedangkan dua personel lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.