Warga Los Angeles menikmati suhu musim panas yang lebih dingin dari rata-rata karena aliran udara laut yang terus-menerus membawa udara laut ke daratan.

Fenomena ini terjadi saat gelombang panas tanpa henti memicu peringatan cuaca ekstrem di Midwest dan Pantai Timur Amerika Serikat pada 1 Juli 2026.

>>> Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day

Menurut National Weather Service, suhu siang hari di wilayah pesisir dan sekitarnya di California Selatan tetap luar biasa ringan, berkisar antara 21 hingga 24 derajat Celsius.

Pendinginan ini didorong oleh awan rendah dan kabut yang biasa disebut June Gloom, dan diperkirakan akan bertahan hingga akhir pekan liburan mendatang.

Akibatnya, suhu regional tetap jauh di bawah rata-rata akhir Juni dan awal Juli yang biasa terjadi.

Kontras dengan Wilayah Lain

Berbeda dengan kondisi sejuk di California Selatan, jutaan warga Amerika di bagian lain negara itu menghadapi cuaca ekstrem.

Kota New York, misalnya, diproyeksikan mengalami hari-hari dengan suhu 100 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celsius) secara berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2011.

>>> Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales

Sementara itu, wilayah pedalaman California seperti Fresno mencatat suhu yang mendekati 38 derajat Celsius.

National Weather Service mencatat bahwa wilayah Los Angeles sebagian besar berawan dengan angin sejuk sekitar 16 km/jam.

Meteorolog FOX Weather, Jane Minar, menyebut kondisi ini sebagai "sedikit kelegaan" dari cuaca panas.

Sistem pendingin ini mendorong pasar prediksi di Kalshi untuk memproyeksikan probabilitas 80% suhu malam Rabu turun hingga 16 derajat Celsius atau lebih rendah.

Ada juga peluang 10% suhu mencapai 15 hingga 15,6 derajat Celsius.

>>> BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch

National Weather Service memperkirakan suhu malam hari akhirnya turun hingga sekitar 14,4 derajat Celsius, mengakhiri periode singkat cuaca lebih hangat dan lembab sebelumnya.