Kegagalan di Piala Dunia 2026 Picu Krisis Tata Kelola Sepak Bola Korea Selatan
Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 telah meluas menjadi krisis besar yang melampaui ranah olahraga.
Gelombang protes publik dan tekanan politik memaksa pemerintah turun tangan menyelidiki Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).
>>> Gelombang Panas Landa Prancis, Disneyland Paris Tutup Wahana Outdoor
Timnas Korea Selatan tersingkir di fase grup meskipun format turnamen meloloskan lebih banyak tim. Hasil buruk ini memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat.
Demonstrasi terjadi baik di jalanan maupun media sosial, menyoroti buruknya tata kelola sepak bola nasional. Puncak kemarahan publik terjadi saat mantan pelatih Hong Myung-bo tiba di Bandara Incheon.
Hong disambut cemoohan, spanduk protes, bahkan ancaman serius, sehingga pengamanan harus diperketat. Presiden Korea Selatan, Lee Jae-Myung, secara terbuka menyebutnya tidak kompeten.
Hong akhirnya mundur hanya empat hari setelah kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan yang memastikan eliminasi tim.
>>> Kejagung Ungkap Peran Brigjen Lalu dalam Korupsi MBG: Perintahkan Saksi Pasok Ompreng
Di Piala Dunia 2026, Korea Selatan hanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan.
Investigasi Tata Kelola KFA
Kritik terhadap pelatih disebut hanya bagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Krisis tata kelola di tubuh KFA menjadi sorotan utama publik dan pemerintah.
Penunjukan Hong pada 2024 disebut tidak melalui prosedur yang semestinya, termasuk mengabaikan rekomendasi komite seleksi. Keputusan ini memicu kecurigaan publik terhadap transparansi dan integritas federasi.
Presiden KFA, Chung Mong-gyu, kini menjadi sasaran investigasi dan tekanan hukum.
>>> Sorot Mata dan Gestur Cherki Picu Spekulasi Keretakan di Timnas Prancis
Ia telah dipanggil untuk memberikan keterangan, sementara kasus ini turut menarik perhatian FIFA karena adanya dugaan campur tangan pemerintah.
Update Terbaru
Sosok di Balik Mafia Pentol Diduga Terseret Dugaan Penipuan Supplier MBG, Korban Klaim Rugi Rp400 Juta
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Paket Upgrade Red Bull Beri Peningkatan Performa Signifikan di GP Austria
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Montgomery County Umumkan Perubahan Jadwal Libur Hari Kemerdekaan
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Gadi Eisenkot: Kandidat PM Israel yang Jadi Ancaman Terbesar Netanyahu
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Wamen Investasi Ajak Pengusaha Australia Perluas Investasi di Sektor Strategis
Kamis / 02-07-2026, 18:01 WIB
Penjualan Caroline.id Naik 51%, ASLC Percepat Ekspansi dan Branding
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
7 Fakta Wang Zhi One Piece, Bajak Laut Paling Misterius
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur Usai Jebol Ventilasi Udara
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Pertamina Urus Izin Kapal Pride untuk Lewati Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Jadwal Siaran Langsung Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Komisi II DPR Kritik Benny Demokrat soal Isu Pembatasan Usung Capres
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
TOP 35 Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026 ada Arisan yang Salip Lautan Cinta
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Seminggu Tak Membuka Samsung Galaxy Z Flip 7, Saya Justru Menyukainya
Kamis / 02-07-2026, 17:56 WIB






