Swiss akan menghadapi Aljazair pada laga babak 32 besar Piala Dunia di Vancouver, British Columbia, Kamis (30/6).

Pertandingan ini menjadi reuni antara skuad Swiss dengan mantan pelatih kepala mereka, Vladimir Petkovic.

>>> Kostum Era 1990-an untuk Prequel Legally Blonde Dikembangkan

Berdasarkan data Opta, Swiss memiliki probabilitas menang 49,5% dalam waktu normal, sedangkan Aljazair 23,9%.

Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Kolombia atau Ghana.

Swiss lolos sebagai juara Grup B dengan tujuh poin. Sementara Aljazair menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik setelah bermain imbang 3-3 melawan Austria.

Embolo Kenal Betul Gaya Petkovic

Penyerang Swiss Breel Embolo mengaku akrab dengan taktik mantan pelatihnya. Embolo mendapat panggilan tim senior pertama kali dari Petkovic pada 2015.

"Ya, dia pelatih yang sangat mengenal saya. Saya bukan satu-satunya.

Saya pikir dia tahu banyak pemain," kata Embolo. "Tapi secara pribadi, tidak ada yang berubah.

Saya akan bermain seperti biasa, mempertimbangkan kualitas dan kelemahan Aljazair. Kami akan bekerja sama sebagai tim dan berusaha 100% karena kami yakin bisa lolos."

Embolo menegaskan fokus profesional tetap utama meski hubungan baik dengan mantan mentornya. "Dan setelah pertandingan, saya akan menyapanya."

Yakin Hormati Petkovic

Pelatih Swiss saat ini, Murat Yakin, yang pernah magang di bawah Petkovic di Young Boys, mengakui evolusi taktik tim nasional dalam lima tahun terakhir.

"Saya sangat menghargai cara kerjanya, cara dia memperlakukan pemain, dan cara dia membiarkan pemain bermain," ujar Yakin. "Para pemain mengenalnya, dia tahu sebagian besar pemain.

Itu bisa menjadi keuntungan dan kerugian, tetapi lima tahun telah berlalu, dan gaya sepak bola kami telah berubah dan berkembang.