Iran Diguncang Tuduhan Kudeta Politis di Tengah Negosiasi dengan AS
Situasi politik internal Iran kembali memanas di tengah berlangsungnya perundingan dengan Amerika Serikat di Doha, Qatar. Seorang anggota parlemen menuding adanya upaya kudeta politik terhadap kepemimpinan tertinggi negara.
Kamran Ghazanfari, anggota parlemen Iran, melontarkan tuduhan bahwa sejumlah pihak di sekitar Presiden Masoud Pezeshkian tengah berupaya mengurangi pengaruh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
>>> Said Didu Ajak Galang Donasi untuk Dokter Tifa Jelang Sidang Ijazah Jokowi
Tuduhan itu disampaikan melalui akun media sosial X pada Kamis (2/7).
"Pezeshkian dan orang-orang di sekitarnya sedang memperkuat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan mengurangi peran pemimpin tertinggi serta parlemen," ujar Ghazanfari.
Menurut Ghazanfari, langkah tersebut dilakukan secara bertahap dan berpotensi mengubah struktur kekuasaan yang selama ini berlaku di Republik Islam Iran.
Ia mengeklaim telah ada rencana untuk menjadikan dewan sebagai satu-satunya lembaga pengambil keputusan.
"Ini adalah semacam kudeta politik yang mereka jalankan sedikit demi sedikit. Rakyat harus tetap bersiaga untuk menggagalkan konspirasi ini," kata Ghazanfari.
Selain itu, ia juga mengeklaim adanya tekanan terhadap penceramah agama dan pembaca syair duka agar tidak menghadiri acara-acara malam.
Ia menyebut sejumlah uang digunakan untuk mencegah mereka hadir di pertemuan-pertemuan tersebut.
>>> 7 Cara Mengurangi Konsumsi Gula Saat Diet, Tetap Bisa Makan Manis
Ghazanfari menambahkan bahwa parlemen praktis tidak beraktivitas selama sekitar empat bulan.
Hal itu membuat anggota legislatif tidak memiliki ruang untuk menyampaikan penolakan terhadap apa yang disebutnya sebagai upaya kudeta politik.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Presiden Masoud Pezeshkian maupun Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Tidak ada pula bukti independen yang dipublikasikan untuk mendukung klaim tersebut.
Pernyataan Ghazanfari muncul saat Iran dan AS tengah melakukan negosiasi di Doha.
Perundingan itu membahas isu strategis seperti program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Tuduhan dari tokoh politik garis keras ini menambah dinamika politik domestik Iran di tengah upaya pemerintah melanjutkan jalur diplomasi dengan Washington.
>>> Lexi Minetree Gantikan Reese Witherspoon sebagai Elle di Serial Prekuel Legally Blonde
Namun, tuduhan tersebut masih sebatas klaim yang belum terkonfirmasi.
Update Terbaru
In-N-Out Burger Buka Enam Gerai Baru di Lima Negara Bagian
Kamis / 02-07-2026, 11:07 WIB
Proyek Anime ZAN Karya Yoshitaka Amano Umumkan Staf Berpengalaman Mecha
Kamis / 02-07-2026, 11:06 WIB
Netflix Rilis Docuseries True Crime 'Worst Neighbor Ever'
Kamis / 02-07-2026, 11:05 WIB
Swiss Hadapi Aljazair di Babak 32 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 11:05 WIB
Kostum Era 1990-an untuk Prequel Legally Blonde Dikembangkan
Kamis / 02-07-2026, 11:01 WIB
Francis Huster Bela Zidane soal Sundulan di Final Piala Dunia 2006
Kamis / 02-07-2026, 11:00 WIB
Timnas AS Kalahkan Bosnia 2-0, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 11:00 WIB
Daftar 10 Tim Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 11:00 WIB
Rupiah Lesu ke Rp17.977 per Dolar AS Pagi Ini
Kamis / 02-07-2026, 11:00 WIB
Kemenperin Minta Kepastian Insentif EV untuk Industri dan Konsumen
Kamis / 02-07-2026, 11:00 WIB
Desainer Kostum Ungkap Rahasia Lemari Pakaian Prequel Legally Blonde
Kamis / 02-07-2026, 10:57 WIB
Wardah Raih Cannes Lion Pertama Lewat Hear in Hijab 2026
Kamis / 02-07-2026, 10:56 WIB
Claude Fable 5 Kembali Aktif, Anthropic Buka Akses Global
Kamis / 02-07-2026, 10:56 WIB
Apa Itu Panda Parenting? Pola Asuh Santai yang Bikin Anak Mandiri
Kamis / 02-07-2026, 10:56 WIB






