Sebuah laporan intelijen bocor mengklaim bahwa dinas intelijen Rusia menargetkan dan memantau Duta Besar Inggris untuk Washington, Lord Mandelson, selama beberapa dekade.

Dokumen tahun 2022 yang disusun oleh mantan perwira MI6 Christopher Steele melalui perusahaannya Orbis Business Intelligence ini pertama kali dilaporkan oleh The Telegraph.

>>> Astros Hadapi Twins dalam Laga Kritis Liga Amerika

Dokumen tersebut tidak memberikan bukti bahwa Lord Mandelson secara sadar terlibat dalam spionase atau bekerja untuk Moskow.

Kronologi Dugaan Pengawasan

Menurut dokumen tersebut, KGB pertama kali membuka berkas tentang Lord Mandelson saat ia menjabat sebagai direktur komunikasi Partai Buruh antara 1985 dan 1990.

Dokumen itu mengklaim bahwa pemantauan selanjutnya melacak kariernya melalui pemerintahan Tony Blair dan masa jabatannya sebagai komisaris perdagangan Uni Eropa.

"Sumber mengklaim bahwa Mandelson dianggap sebagai salah satu pencapaian RIS paling signifikan dalam memanipulasi politik Inggris selama tiga dekade terakhir," demikian pernyataan dalam laporan tersebut.

Dokumen itu juga merinci bahwa komunikasi antara aparat Soviet dan Lord Mandelson dimulai setelah perubahan geopolitik di Eropa.

"Dia dihubungi oleh KGB untuk pertama kalinya sekitar tahun 1990 dan sejak itu menjadi kontak istimewa bagi intelijen Rusia," tulis laporan itu.

Berkas tersebut mencatat bahwa dinas intelijen luar negeri Rusia, SVR, mengumpulkan materi tentang hubungan Lord Mandelson dengan Jeffrey Epstein untuk potensi tekanan.

>>> Daftar 9 Tim Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Dokumen itu juga merujuk pada masa jabatannya di dewan konglomerat Rusia Sistema dan hubungannya dengan oligarki Oleg Deripaska pada 2008.

Lord Mandelson, yang diangkat sebagai duta besar untuk Washington pada 2025 meskipun gagal dalam pemeriksaan keamanan tingkat atas, sebelumnya membantah semua tuduhan.