Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa kerugian akibat penipuan online di Indonesia telah mencapai Rp7,5 triliun.

Angka tersebut berdasarkan laporan Global Anti-Scam Alliance. Nezar menyebut tren scam terus meningkat.

>>> Jadwal dan Cara Daftar Magang Kemnaker Batch 1 2026, Jangan Terlewat

Nezar menyoroti bahwa penipuan online banyak menyasar warga lanjut usia (lansia). Mereka rentan terhadap modus yang makin canggih menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Salah satu modus berbahaya adalah panggilan telepon yang meniru suara orang lain, termasuk pejabat, dengan bantuan AI. "Dia ketik teksnya, terus tinggal diputar ulang," kata Nezar.

Dorongan Implementasi Fitur Anti-Scam

Menanggapi maraknya penipuan, pemerintah mendorong seluruh perusahaan telekomunikasi untuk mengimplementasikan fitur anti-scam. Langkah ini bertujuan melindungi konsumen.

>>> Jadwal dan Cara Daftar Magang Kemnaker Batch 1 2026, Jangan Terlewat

Setiap perusahaan dapat melakukan asesmen mandiri untuk memilih langkah implementasi yang sesuai dengan model bisnis masing-masing.

Sebelumnya, Kaspersky memprediksi kualitas audio visual hasil deepfake AI semakin canggih. Alat pembuatan konten ini kini lebih mudah diakses, bahkan oleh non-ahli.

>>> Kebakaran TPA Jatiwaringin Makin Besar, Petugas Kerja Ekstra

Akibatnya, kualitas rata-rata deepfake terus meningkat dan dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk melancarkan aksinya.