Suasana tenang dan minim suara sering dianggap ideal untuk bekerja. Namun, sebagian orang justru membutuhkan kebisingan atau musik latar agar bisa fokus.

Penelitian pada 2019 menemukan lebih dari setengah Gen Z yang disurvei paling produktif di tengah kebisingan kantor. Sementara itu, Baby Boomers mengaku paling produktif saat suasana tenang.

>>> Netanyahu Berkelakar Turun Berat Badan Selama Perang Gaza, Oposisi Murka

Psikolog Lienna Wilson menjelaskan bahwa sistem saraf manusia selalu waspada terhadap rangsangan, termasuk suara yang berpotensi bahaya. Dalam suasana tenang, otak tetap memindai suara-suara halus yang mungkin berbahaya.

"Bayangkan reaksi Anda jika tiba-tiba mendengar sirene mobil pemadam kebakaran di luar saat membaca buku dengan tenang.

Semakin Anda memperhatikan rangsangan eksternal, semakin sulit untuk fokus," kata Wilson dikutip dari Parade.

Suara atau musik latar membantu mengeliminasi suara yang mengganggu sehingga otak tetap fokus. Mereka yang terbiasa melakukannya memiliki sejumlah karakter unik.

Karakter Orang yang Perlu Mendengarkan Musik agar Fokus

1. Kreatif.

Orang yang perlu kebisingan untuk fokus sering memiliki ide dan solusi inovatif. Studi pada 2021 menunjukkan bahwa tingkat kebisingan sedang di latar belakang dikaitkan dengan peningkatan kinerja kreatif.

2. Suka bermimpi.

Penyuka kebisingan biasanya memiliki imajinasi kaya. Kebisingan menjaga kreativitas tetap mengalir, menghasilkan proyek dan ide yang tidak akan didapatkan dalam keheningan.

3. Menikmati variasi.

Mereka hampir selalu menikmati variasi dalam rutinitas harian, bacaan, atau tugas. Keheningan terasa membosankan.

>>> Daftar 9 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Daftar lagu mereka pun bisa dari berbagai genre.

4. Gampang beradaptasi.

Wilson mengatakan orang yang perlu kebisingan lebih fleksibel dan mudah beradaptasi dengan situasi seperti tetangga berisik atau tinggal dekat stasiun kereta.