Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuai kecaman setelah melontarkan lelucon yang dianggap meremehkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan penderitaan para sandera.

Dalam wawancara dengan Channel 14, Netanyahu ditanya bagaimana peristiwa 7 Oktober telah mengubah dirinya. Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang.

>>> Daftar 9 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Netanyahu awalnya menjawab bahwa invasi Hamas mengubah pandangannya tentang doktrin keamanan Israel, terutama perlunya zona penyangga di wilayah musuh.

"Anggap saja saya telah belajar dari pengalaman. Saya menarik sejumlah pelajaran.

Dan kita harus menyesuaikan diri dengan kenyataan," ujarnya seperti dikutip Times of Israel pada Rabu (1/7).

Ketika didesak mengenai perubahan pribadi, Netanyahu berkelakar, "Pertama-tama, saya kehilangan sedikit berat badan." Ia kemudian menambahkan, "Tapi serius," sebelum membeberkan pencapaiannya selama perang.

Lelucon itu langsung menuai kecaman dari lawan politik.

>>> Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Pejabat dari 40 Negara, Iran Bocorkan Agenda

Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot, menulis di media sosial bahwa Netanyahu "sudah kehilangan kontak dengan realitas, tidak layak memimpin, dan tidak pantas bagi bangsa ini."

Eisenkot kembali menegaskan janjinya membentuk komisi penyelidikan negara untuk mengusut tragedi 7 Oktober, langkah yang selama ini ditolak Netanyahu.

Pernyataan Netanyahu muncul di tengah perdebatan publik mengenai pertanggungjawaban atas serangan paling mematikan dalam sejarah Israel itu.

Banyak pejabat senior militer dan intelijen telah mengakui kegagalan dan mengundurkan diri.

>>> Colorful Luncurkan RP600X Pro, SSD Portabel dengan Kecepatan Baca 1000MB/s

Hingga kini, Netanyahu belum secara tegas mengakui tanggung jawab pribadinya dan menolak pembentukan komisi penyelidikan independen, justru mengusulkan penyelidikan di bawah kendali politik.