Hanya 50% Remaja AS Punya SIM, Penjualan Mobil Terancam Turun

Penjualan mobil baru di Amerika Serikat diperkirakan akan menurun drastis dalam dua dekade mendatang.
Sebuah analisis dari Bain & Company menyebutkan bahwa angka penjualan tahunan bisa berkurang hingga 2 juta unit pada tahun 2040.
>>> VW Dikabarkan Kembali Pertimbangkan Jual Lamborghini dan Ducati
Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan perilaku generasi muda.
Saat ini, hanya sekitar 50 persen remaja berusia 16 tahun di AS yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Angka ini jauh menurun dibandingkan periode 1966-1984, di mana sekitar 70 persen remaja seusia itu sudah mengantongi SIM.
Data terbaru menunjukkan bahwa pangsa kepemilikan kendaraan baru di kalangan usia 18-34 tahun juga turun dari 12 persen pada awal 2021 menjadi 10 persen tahun lalu.
Faktor Kelahiran dan Layanan Ride-Hailing
Selain perubahan preferensi, angka kelahiran yang rendah turut mempengaruhi. Tingkat kesuburan AS saat ini sekitar 1,6 kelahiran per wanita, di bawah angka penggantian 2,1.
Meskipun imigrasi dapat menutupi kesenjangan tersebut, kebijakan imigrasi yang lebih ketat dalam 15 tahun ke depan diprediksi akan memperlambat laju migrasi bersih.
>>> Bugatti W16 Mistral Edisi Khusus dengan Tutup Bensin dari Porselen
Akibatnya, populasi menyusut dan permintaan mobil baru ikut menurun.
Generasi muda juga semakin bergantung pada layanan ride-hailing seperti Uber atau Lyft.
AutoForecast Solutions mencatat bahwa layanan robotaxi berpotensi mengurangi pangsa populasi pemegang SIM di AS hingga 3 persen, menjadi sekitar 85 persen.
Meski demikian, firma tersebut memperkirakan penjualan mobil baru masih akan relatif stabil di angka 16 juta unit per tahun hingga 2033.
Namun, proyeksi jangka panjang tetap suram.
Mark Gottfredson, partner Bain & Company, mengatakan bahwa jumlah populasi yang akan memasuki usia mengemudi 16 tahun dari sekarang sudah bisa diprediksi.
>>> Honda Jual Accord ke-15 Juta di AS, Adik Pembeli Pertama Jadi Pemilik ke-15.000.001
"Kami bisa mengatakan dengan cukup pasti bahwa pada 2040, akan terjadi penurunan di AS," ujarnya.
Update Terbaru
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Remow's 'It's Anime' Tayangkan My Stepmother and Stepsisters Aren't Wicked di YouTube
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Krejcikova Singkirkan Andreeva di Wimbledon, Djokovic Hadapi Tsitsipas
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Bruins Rekrut Clifton dan Harris untuk Perkuat Lini Pertahanan
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Jett Harrison, Adik Marvin Harrison Jr., Resmi Bergabung dengan Ohio State
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton Berkat Suporter AS
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Hakim Persingkat Waktu Tanggapan Trump dalam Kasus Carroll
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
AS Tangkap Mantan Pejabat Kuba Carlos Antonio Lloga Dominguez
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Boston Bruins Perkuat Lini Pertahanan dengan Clifton dan Harris
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Panduan Konversi BBM ke Gas untuk Kendaraan: Hemat 50-70% Biaya Bahan Bakar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
BPS: Inflasi April 2026 Melandai ke 0,13%, Neraca Dagang Surplus USD 3,53 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB






