Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengusulkan sekitar 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun anggaran 2026.

Usulan tersebut difokuskan pada sektor kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

>>> Pelatih Ekuador Bangga Meski Timnya Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan mayoritas formasi diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan perawat.

"Yang diajukan tahun ini sekitar 1.000 formasi, mayoritas tenaga kesehatan," ujar Sumarno di Semarang.

Sumarno menjelaskan hampir seluruh sektor pelayanan publik di bawah Pemprov Jateng masih kekurangan pegawai.

Namun, kebutuhan tenaga kesehatan menjadi prioritas karena tingginya permintaan layanan medis dari masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jawa Tengah masih kekurangan dokter spesialis dan perawat.

>>> Kapolri Laporkan SPPG Polri Zero Accident di Depan Prabowo

Dokter spesialis berperan penting dalam menangani kasus-kasus rujukan medis.

Meski kebutuhan tersebut mendesak, realisasi penambahan formasi masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

"Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan tersebut masih bergantung pada kebijakan dan persetujuan dari Kementerian PANRB," kata Sumarno.

Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jateng melantik 231 pejabat fungsional baru secara hybrid sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia.

Pemprov Jateng berharap usulan 1.000 formasi CPNS 2026 dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kesehatan secara bertahap.

>>> Reli Surplus 72 Bulan Tamat, Neraca Dagang RI Defisit US$1,61 M

Dengan demikian, kualitas layanan medis di fasilitas kesehatan milik pemerintah diharapkan semakin optimal.