Survei: Banyak Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa semakin banyak bank sentral di dunia yang berencana mengurangi alokasi aset dalam dolar AS dalam satu dekade mendatang.
Rencana pemangkasan cadangan dolar AS ini didorong oleh meningkatnya risiko politik yang terkait dengan mata uang Amerika Serikat tersebut.
>>> Daftar 16 Negara Bebas Visa Indonesia, Turun Drastis dari 169 Negara
Survei dilakukan oleh Official Monetary and Financial Institutions Forum (OMFIF), lembaga pemikir berbasis di London, terhadap investor publik seperti bank sentral, dana pensiun publik, dan dana kekayaan negara.
Para responden yang secara kolektif mengelola aset sekitar US$10 triliun kini memandang volatilitas pasar sebagai kondisi permanen dan mulai menguji pendekatan baru, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
Ekonom Senior OMFIF, Yara Aziz, menyatakan bahwa asumsi lama bahwa investor publik bisa menunggu hingga kondisi kembali normal kini terlihat semakin tidak realistis.
Meskipun belum ada alternatif yang benar-benar mampu menggantikan dolar AS, sekitar 79 persen bank sentral dan 60 persen dana publik meyakini sistem moneter global bergerak menuju dunia yang lebih multipolar.
Mata uang di luar delapan mata uang utama dunia perlahan memperoleh porsi lebih besar dalam cadangan devisa.
Bank sentral tercatat meningkatkan alokasi terhadap krone Norwegia dan dolar Selandia Baru, serta menunjukkan minat lebih besar terhadap poundsterling Inggris.
Responden juga mempertahankan rencana untuk menambah kepemilikan euro dan yuan China, meskipun kedua mata uang tersebut masih menghadapi tantangan struktural.
Hampir seluruh responden menganggap yuan sebagai instrumen diversifikasi portofolio yang efektif.
Sementara itu, emas yang kini dimiliki oleh 82 persen bank sentral telah menjadi pusat strategi pengelolaan cadangan devisa.
Update Terbaru
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB






