>>> Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT Bhayangkara ke-80

Dalam jangka pendek, 30 persen responden berencana meningkatkan alokasi emas dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Ini merupakan pertama kalinya survei OMFIF menunjukkan pergeseran minat bank sentral global terhadap dolar AS.

Temuan ini sejalan dengan perdebatan global mengenai peran dolar AS sebagai mata uang cadangan utama, yang dipicu oleh ketidakpastian kebijakan AS dan meningkatnya risiko geopolitik.

Di kalangan dana publik, permintaan terhadap aset fisik seperti infrastruktur dan properti melampaui kelas aset lainnya.

Hampir 60 persen responden berencana meningkatkan alokasi ke sektor tersebut dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Survei juga menunjukkan perubahan persepsi terhadap pasar negara berkembang.

Sebanyak 38 persen dana publik global berencana meningkatkan investasi di negara berkembang, naik dari 27 persen pada tahun lalu.

Minat untuk meningkatkan investasi di pasar negara berkembang kini melampaui minat untuk menambah investasi di negara maju, yang turun menjadi 25 persen dari 47 persen pada tahun sebelumnya.

>>> Mbappe Kirim Pesan Menyentuh untuk Deschamps Usai Bungkam Swedia

Menurut survei, pasar yang paling menarik bagi investor publik tetap Amerika Serikat dan China, sebagian karena peran kedua negara dalam ledakan perkembangan teknologi AI.