FIFA mengonfirmasi akan mengizinkan suporter membawa bendera pelangi ke dalam Lumen Field pada laga Grup G Piala Dunia antara Iran dan Mesir, Jumat (16/6/2026) waktu setempat.

Keputusan itu diambil meskipun Iran dan Mesir secara resmi mengajukan keluhan dan permintaan pembatalan pertandingan. Pertandingan tersebut bertepatan dengan perayaan akhir pekan Pride LGBTQ+ tahunan di Seattle.

in1

>>> Los Angeles Lakers Rekrut Cameron Carr di Draft 2026, Bersatu Kembali dengan Dalton Knecht

Juru bicara panitia penyelenggara Piala Dunia Seattle, Hana Tadesse, mengatakan FIFA memperlakukan bendera pelangi sebagai pernyataan hak asasi manusia berdasarkan kode etik stadion.

Pernyataan FIFA dan Infantino

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan tidak ada yang namanya 'Pertandingan Pride' di Piala Dunia.

Ia menjelaskan bahwa pertandingan Piala Dunia di Seattle dan acara eksternal di kota itu adalah dua hal terpisah.

Juru bicara FIFA menambahkan bahwa pernyataan umum tentang hak asasi manusia, termasuk bendera pelangi dan bendera lain yang mewakili orientasi seksual dan identitas gender, diizinkan sesuai kode etik stadion Piala Dunia 2026.

Fokus Kedua Pelatih

Pelatih Iran Amir Ghalenoei menegaskan timnya hanya fokus pada sepak bola. Ia mengatakan semua pikiran tertuju pada pertandingan indah, rakyat, dan kesuksesan.

Ghalenoei juga mengungkapkan frustrasi atas pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintah AS sebelum timnya tiba di Seattle. Ia mengaku FIFA dan Infantino telah berusaha meminimalkan tantangan yang dihadapi timnya.

>>> Orlando Magic Lepas Jonathan Isaac Jelang Batas Waktu Kontrak

Pelatih Mesir Hossam Hassan juga menekankan fokus pada sepak bola. Ia mengatakan timnya menghormati aturan fair play dan pedoman yang ditetapkan FIFA.

Hassan menegaskan kepatuhan terhadap peraturan turnamen adalah yang utama bagi delegasi Mesir.

Dukungan dari Lokal

Kapten Seattle Reign, Jess Fishlock, mengatakan tidak ada olahraga yang memiliki acara global yang menciptakan persatuan dan keragaman seperti Piala Dunia.

Ia menyebut pertandingan itu sebagai 'Pertandingan Pride'.

Presiden dan CEO Greater Seattle Business Association, Ilona Lohrey, optimistis kota itu dapat menunjukkan identitasnya di panggung dunia.

>>> Cara Mudah Mengaktifkan Fitur DANA PayLater dengan 5 Syarat Utama di Tahun 2026

Ia mengatakan keragaman membuat mereka semakin kuat.