Dalam penjelasan tertulis yang dibagikan kepada awak media, Ferry menyebut proses suksesi Keraton Surakarta berlandaskan paugeran, garis keturunan, tradisi adat, legitimasi spiritual, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Ia merujuk pada Sabda Sri Susuhunan SISKS Pakoe Boewono XIII Nomor 001 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 25 Januari 2025. Dokumen tersebut disebut menjadi pedoman tata pemerintahan karaton sekaligus upaya mengakhiri konflik internal yang memunculkan dualisme kepemimpinan.

Menurut Ferry, sabda itu menegaskan bahwa pergantian takhta tidak dapat dipisahkan dari tradisi pewarisan yang berlaku di lingkungan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Proses tersebut mencakup garis keturunan raja, penunjukan putra mahkota, kesiapan moral dan spiritual calon penerus, serta penghormatan terhadap paugeran yang diwariskan turun-temurun.

LDA Siapkan Pusaka dari Sasana Pustaka

Ketua LDA Keraton Surakarta, GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, menyatakan pihaknya bersama Tedjowulan telah siap menjalankan kirab yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan sejumlah pusaka akan dikeluarkan dari Sasana Pustaka untuk mengikuti prosesi. Pusaka yang dipersiapkan tersebut disebut pernah beberapa kali ikut dalam kirab pada tahun-tahun sebelumnya.

Terkait kemungkinan penyatuan kirab dengan kubu PB XIV Purbaya, Gusti Moeng mengaku belum memperoleh gambaran rinci mengenai teknis pelaksanaan dari pihak tersebut. Informasi yang diterimanya menyebut kirab akan digelar tanpa mengeluarkan pusaka dari kamar pusaka utama.

Ia juga belum mengetahui jadwal pasti rombongan lain. Sementara itu, kirab yang diselenggarakan pihak LDA tetap direncanakan dimulai pukul 00.00 WIB sebagaimana tradisi yang selama ini berjalan.

Tedjowulan Sebut Kirab Akan Berjalan Bersama

KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menilai pertemuan berlangsung dalam suasana baik dan menghasilkan pemahaman bersama. Ia menyebut perwakilan yang hadir bukan PB XIV Mangkubumi maupun PB XIV Purbaya secara langsung.

Tedjowulan menyatakan kirab pusaka nantinya akan menempuh satu jalur yang sama. Menurutnya, pola pelaksanaan tersebut mengikuti mekanisme yang telah diterapkan pada penyelenggaraan kirab tahun-tahun sebelumnya.

Saat ditanya mengenai kabar bahwa kubu PB XIV Purbaya tidak akan mengeluarkan pusaka keraton dalam kirab, Tedjowulan memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan mempersilakan awak media meminta konfirmasi kepada pihak terkait.