Setelah laga berakhir, kamera televisi menangkap momen emosional sang kiper. Ia terlihat beberapa kali menahan tangis ketika mendapat pelukan dari rekan-rekannya.

Menurut Vozinha, pertandingan melawan Spanyol merupakan puncak dari perjalanan panjang yang ia kejar selama bertahun-tahun.

"Saya bekerja sepanjang hidup untuk momen ini, untuk mimpi ini. Banyak generasi sebelumnya juga memimpikan hal yang sama, tetapi mereka tidak berhasil mencapainya," kata Vozinha.

Ia menegaskan kehadiran Tanjung Verde di Piala Dunia bukan kebetulan. Menurutnya, tim tersebut berhasil mencapai panggung tertinggi sepak bola karena kerja keras yang dilakukan selama bertahun-tahun.

"Kami berada di sini karena bekerja sangat keras. Kami pantas berada di sini dan bermain melawan salah satu tim nasional terbaik di dunia," tuturnya.

Masuk Catatan Sejarah Piala Dunia

Hasil imbang tanpa gol melawan Spanyol menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia jika diukur dari perbedaan posisi ranking FIFA kedua negara.

Tanjung Verde datang ke turnamen sebagai tim peringkat ke-67 dunia. Sementara itu, Spanyol menempati posisi kedua ranking FIFA.

Secara statistik, hasil tersebut tercatat sebagai kejutan terbesar keempat dalam sejarah Piala Dunia berdasarkan selisih peringkat kedua tim.

Vozinha juga menorehkan rekor pribadi. Ia menjadi kiper tertua ketiga yang mampu mencatat clean sheet di Piala Dunia putra setelah Peter Shilton dan Dino Zoff.

Tak hanya itu, ia juga menjadi penjaga gawang tertua yang berhasil menjaga gawangnya tetap steril pada laga debut di Piala Dunia.

Data Opta mencatat Vozinha sebagai kiper kedua berusia 40 tahun atau lebih yang mampu membuat sedikitnya tujuh penyelamatan dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1966.