Komedian senior Bolot tengah menjalani perawatan intensif di Intensive Coronary Care Unit (ICCU) Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, akibat serangan jantung.

Asisten pribadi Bolot, Wahyu Ramadhan, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan sang komedian sudah berangsur stabil dan dalam keadaan sadar penuh.

>>> Evolusi Perjodohan Modern: Dari Paksaan ke Dialog

Penanganan medis di ruang ICCU dilakukan oleh tim dokter sebagai bagian dari prosedur pemulihan jantung.

Kronologi Sebelum Dirawat

Wahyu menceritakan bahwa Bolot mulai mengeluhkan sesak di bagian dada saat berada di kawasan Bintaro.

Awalnya, Bolot hanya ingin melakukan rontgen, namun dokter di UGD menyarankan pemeriksaan menyeluruh.

Setelah dirontgen dan direkam jantung, barulah diketahui adanya gangguan jantung.

Kasus ini menjadi contoh nyata gejala penyakit kardiovaskular yang kerap terjadi di masyarakat.

>>> BI Rate Naik ke 5,5%, Likuiditas Bank KBMI 1 Tertekan

Nyeri atau sesak pada area dada merupakan indikator awal yang paling sering muncul pada pasien gangguan jantung.

Penjelasan Dokter soal Gejala

Spesialis bedah toraks dan kardiovaskular, Dr dr Amin Tjubandi, SpBTKV, SubspJD(K), menjelaskan bahwa karakteristik rasa sakit pada dada akibat gangguan jantung berkaitan erat dengan intensitas aktivitas fisik.

Rasa tidak nyaman tersebut umumnya memuncak saat pasien bergerak dan mereda ketika beristirahat.

Gejala sesak napas mendadak yang disertai keringat dingin juga dapat muncul tanpa didahului rasa nyeri, terutama pada kelompok lanjut usia di atas 60 tahun.

>>> Kemesraan di Media Sosial: Antara Ekspresi Cinta dan Risiko Hubungan

Serangan jantung bahkan bisa terjadi dengan gejala ringan atau tanpa disadari, namun tetap berisiko merusak jaringan otot jantung akibat kurangnya pasokan oksigen.