Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengevaluasi besaran insentif operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencapai Rp6 juta per hari.

Langkah ini diambil dalam rangka efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> Budi Gadai Pertahankan Bunga Gadai meski BI Rate Naik

Kepala BGN Nanik S.

Deyang membenarkan bahwa insentif SPPG sebesar Rp6 juta per hari akan ikut dievaluasi dalam skema efisiensi anggaran MBG.

Namun, ia menegaskan bahwa pemangkasan biaya operasional ini tidak akan memengaruhi anggaran bahan baku makanan.

"Insentif tidak berkait dengan bahan baku," ujar Nanik S. Deyang di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Pihak otoritas memastikan bahwa penghematan difokuskan pada pos operasional dapur tanpa mengorbankan kualitas konsumsi penerima manfaat.

>>> AC Milan Bidik Ruben Amorim sebagai Pelatih Baru

Rencana Paparan di Depan DPR

Rincian pembaruan regulasi pembiayaan ini akan dipaparkan secara terbuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR pada Senin pekan depan.

"Nanti semua apa yang akan kami sampaikan dalam RDP Senin," kata Nanik.

Sebelumnya, pimpinan BGN telah menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (11/6) untuk memaparkan rencana strategis penghematan.

Skema restrukturisasi mencakup pemetaan ulang data penerima bantuan agar alokasi dana lebih tepat sasaran.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengonfirmasi bahwa pemerintah memprioritaskan penyaluran program bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

>>> Demo Mahasiswa UI Alihkan Pemberhentian KA Jarak Jauh ke Stasiun Jatinegara

Saat ini, internal BGN masih merampungkan kajian mendalam atas seluruh aspek operasional.