Kurs Rupiah 12 Juni 2026 Anjlok 59 Poin ke Rp 17.929 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami pelemahan signifikan pada pembukaan pasar spot perdagangan Jumat, 12 Juni 2026.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.03 WIB, mata uang Garuda merosot 59 poin atau setara 0,33 persen ke posisi Rp 17.929 per dolar AS.
>>> Slank Tanggapi Kritik Netizen Soal Perubahan Sikap Politik
Pelemahan ini memperpanjang tren negatif setelah pada penutupan Kamis, 11 Juni 2026, rupiah juga terpangkas 44 poin ke level Rp 17.988 per dolar AS.
Pergerakan Indeks Dolar AS dan Mata Uang Global
Di tengah tekanan terhadap rupiah, indeks dolar AS justru menunjukkan pelemahan tipis sebesar 0,03 persen menuju level 99.829 pada pagi ini.
Greenback bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang utama global setelah sempat menyentuh titik terendahnya dalam sepekan terakhir.
Mata uang AS dilaporkan menguat 0,1 persen terhadap yen Jepang ke posisi 160,07, sementara dolar Australia melemah 0,1 persen menjadi 0,7045 dolar AS.
Penurunan sebesar 0,1 persen juga dialami oleh dolar Selandia Baru yang kini tertahan di level 0,5830 per dolar AS.
>>> Mengenal Sejarah Istilah Java yang Menjadi Kata Lain Kopi di Eropa
Di sisi lain, euro bertengkar di posisi 1,1576 dolar AS, mendekati performa terkuatnya dalam sepekan setelah Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga untuk pertama kali dalam tiga tahun.
Untuk mata uang Inggris, poundsterling terpantau bergerak stabil pada kisaran 1,3414 per dolar AS.
Sentimen Pembatalan Serangan Militer Iran
Dinamika pasar global ini dipengaruhi oleh perubahan geopolitik yang terjadi di akhir sesi perdagangan Amerika Serikat.
Analisis dari Westpac memaparkan bahwa pasar berbalik arah setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, menunjukkan kesepakatan dapat ditandatangani secepatnya akhir pekan ini.
Kondisi politik terbaru ini kemudian memberikan dampak langsung terhadap pergerakan indeks mata uang global dalam beberapa jam terakhir.
>>> Persib Bandung Incar Enriko Papa dan Tomasso Cassandro untuk Musim Depan
USD melemah karena perkembangan terbaru, dengan DXY lebih rendah dan AUD naik terhadap USD dan mata uang utama lainnya.
Update Terbaru
Alasan Orang Amerika Sering Pakai Sepatu di Dalam Rumah
Jumat / 12-06-2026, 11:06 WIB
4 Cara Efektif Memanfaatkan AI untuk Membangun Kekayaan Pribadi
Jumat / 12-06-2026, 11:05 WIB
Ariana Grande Murka Gedung Putih Pakai Lagunya di Video ICE
Jumat / 12-06-2026, 11:05 WIB
Korea Selatan Balikkan Keadaan, Tekuk Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 11:05 WIB
PT Meratus Bantah Kabar Akuisisi oleh Waresix Senilai US$2,2 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 11:04 WIB
Atlus Pastikan Cerita Persona 4 Revival Tidak Berubah
Jumat / 12-06-2026, 11:04 WIB
Korea Selatan Kalahkan Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 11:04 WIB
10 Program TV Rating Tertinggi per Jumat, 12 Juni 2026, Indosiar Kuasai Puncak
Jumat / 12-06-2026, 11:02 WIB
Menhub Laporkan Pengembangan Jaringan Kereta Api 10.524 Km ke Presiden
Jumat / 12-06-2026, 11:01 WIB
Korea Selatan Imbangi Republik Ceko di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 11:01 WIB
Neymar Mendadak Dapat Warisan Rp18 Triliun dari Fans Misterius
Jumat / 12-06-2026, 11:01 WIB
Kredit Sindikasi Perbankan Melonjak 44 Persen Menjelang Pertengahan 2026
Jumat / 12-06-2026, 11:01 WIB
30 Nama Anak dan Artis Indonesia Berawalan Huruf M Beserta Artinya
Jumat / 12-06-2026, 11:00 WIB
Bus Timnas Ceko Terjebak Macet di Zapopan, Pemain Jalan Kaki ke Latihan
Jumat / 12-06-2026, 11:00 WIB






