Huawei Watch Fit 5 Pro masuk dalam jajaran smartwatch yang ramai dibicarakan di segmen harga sekitar Rp5 jutaan. Perangkat ini menawarkan kombinasi fitur kesehatan, olahraga, dan daya tahan baterai yang membuatnya menarik bagi banyak pengguna.

Salah satu daya tarik utamanya terletak pada layar AMOLED dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits. Spesifikasi tersebut membuat tampilan tetap mudah dibaca saat digunakan di luar ruangan, termasuk ketika berada di bawah sinar matahari langsung.

Fitur pemantauan kesehatan juga cukup lengkap. Huawei membekalinya dengan dukungan ECG, GPS dual-frequency, hingga sertifikasi untuk aktivitas menyelam, sesuatu yang belum tentu ditemukan pada perangkat lain di kelas harga serupa.

Meski menawarkan spesifikasi yang mengesankan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli.

>>> Oppo Luncurkan Pembaruan ColorOS 16 untuk Perangkat Flagship

Dukungan Aplikasi Masih Terbatas

HarmonyOS memang menyediakan sejumlah aplikasi dan layanan pendukung. Namun, pilihan aplikasi pihak ketiga yang tersedia belum sebanyak ekosistem Wear OS maupun watchOS.

Kondisi ini bisa menjadi kendala bagi pengguna yang terbiasa menjalankan aplikasi tertentu langsung dari smartwatch mereka.

Belum Mendukung SIM dan eSIM

Huawei Watch Fit 5 Pro masih mengandalkan koneksi dari smartphone untuk mengakses internet dan menjalankan sebagian fungsi komunikasi.

Artinya, pengguna belum bisa sepenuhnya meninggalkan ponsel saat berolahraga, berlari, atau melakukan aktivitas luar ruangan yang membutuhkan konektivitas mandiri.

Fungsi NFC Belum Maksimal di Indonesia

Perangkat ini telah dibekali NFC. Namun pemanfaatannya di Indonesia masih belum seluas yang diharapkan.

Bagi sebagian pengguna, fitur tersebut mungkin belum memberikan manfaat yang signifikan dalam penggunaan sehari-hari karena dukungan layanan yang masih terbatas.