Besok akan menjadi pertandingan yang intens," ujar Shao Jiayi.

Pelatih berusia 46 tahun itu mengingatkan pasukannya untuk tetap serius dan fokus penuh meskipun laga ini bertajuk uji coba.

"Saya tidak akan mengatakan kami menghadapi lawan yang sangat kuat, tetapi ini adalah pertandingan yang harus ditanggapi dengan serius," tegasnya.

Shao Jiayi menegaskan tidak ada istilah pertandingan tidak penting saat mengenakan jersi tim nasional.

Ia memastikan setiap pemain yang dipanggil ke dalam skuad memiliki kualitas yang merata untuk dipasang sebagai starter.

>>> PPI UK Olympics 2026 Sukses Mempererat Pelajar Indonesia di Manchester

Mengenai pemanggilan pemain muda, penentuannya murni didasarkan pada performa impresif mereka di kompetisi domestik Liga Super China.

"Pemain muda dipilih berdasarkan performa mereka di Liga Super China," jelas Shao Jiayi.

Ia berpesan agar para pemain muda tersebut tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.

Di sisi lain, jajaran pelatih China menjadikan gol yang bersarang ke gawang mereka saat melawan Singapura sebagai bahan evaluasi yang mendalam.

Shao Jiayi mengakui gol tersebut tercipta akibat instruksi tim pelatih yang kurang mendetail serta kekurangcermatan dalam mengantisipasi situasi sulit di lapangan.

"Gol yang kami kebobolan terjadi karena persyaratan staf pelatih tidak cukup detail dan kami belum mempertimbangkan beberapa kesulitan dengan cukup hati-hati," akunya.

Kejadian tersebut memberi pelajaran berharga bagi tim pelatih untuk meningkatkan porsi pengulangan strategi melalui latihan lapangan dan analisis video.

Tim pelatih kini fokus mempercepat pemahaman taktik para pemain lewat berbagai medium latihan.

"Harapan kami adalah para pemain dapat menyerap ide-ide staf pelatih secepat mungkin," ucap Shao Jiayi.