Polisi Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha, Orang Tua Korban Soraki Tersangka

Proses rekonstruksi kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, berlangsung pada Selasa pagi, 9 Juni 2026. Sejumlah orang tua korban tampak hadir di lokasi sebelum para tersangka dibawa untuk menjalani rangkaian adegan rekonstruksi.

Dalam rekaman video yang beredar, suasana sempat memanas ketika para tersangka turun dari kendaraan. Beberapa orang tua korban meluapkan kemarahan mereka dengan meneriakkan kecaman.

"Woo biadab kamu," teriak salah satu orang tua korban saat para tersangka memasuki area rekonstruksi.

Penyidik menghadirkan 13 tersangka dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengurus yayasan, pihak sekolah, hingga para pengasuh yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Ketua yayasan berinisial DK dan kepala sekolah berinisial AP turut menjalani rekonstruksi. Selain keduanya, tersangka lain yang ikut memperagakan sejumlah adegan yakni FN, NF, LIS, EN, SRM, DR, HP, JA, SRJ, DO, dan DM.

>>> Daihatsu Perbarui Hijet Cargo dan Atrai 2026 dengan Fitur Keselamatan Lebih Canggih

Kasus Daycare Little Aresha sebelumnya menjadi sorotan luas setelah sejumlah video dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak beredar di media sosial.

Dalam tayangan tersebut, sejumlah anak terlihat dibaringkan berjajar di atas playmat dengan kondisi kaki terikat. Mereka juga tampak hanya mengenakan popok.

Beberapa korban terlihat menangis saat berada di ruangan tersebut. Kondisi itu memicu dugaan bahwa anak-anak mengalami ketidaknyamanan, termasuk karena haus dan kedinginan saat berada dalam pengawasan pengasuh.