Harga Emas Dunia Menguat

Di pasar internasional, harga emas bergerak naik dan berada di level 4.338,68 dollar AS per ons pada Selasa pukul 10.50 WIB. Kenaikan harian tercatat sebesar 21,72 poin atau sekitar 0,50 persen.

Meski menguat dalam perdagangan harian, harga emas global masih terkoreksi 8,45 persen dalam satu bulan terakhir. Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilainya masih lebih tinggi 30,28 persen.

Logam mulia tetap bertahan di atas area 4.300 dollar AS per ons setelah muncul laporan mengenai kesepakatan penghentian serangan antara Iran dan Israel. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah yang sebelumnya memicu kecemasan terkait pasokan energi dan inflasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kedua pihak sedang mengupayakan gencatan senjata, sementara pembicaraan lanjutan masih berlangsung.

Kendati demikian, harga emas masih bergerak dekat titik terendah sejak akhir Maret 2026. Penguatan dollar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan minat terhadap aset safe haven setelah data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan pasar.

Perkembangan tersebut mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve berpeluang kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Pelaku pasar saat ini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember 2026 berada di kisaran 70 persen.

Investor juga menunggu rilis data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat pada pekan ini. Kedua indikator tersebut dinilai penting untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan meredanya ketegangan geopolitik namun tetap tingginya ekspektasi suku bunga, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan berubah-ubah dalam jangka pendek.