Perangkat ini juga dibekali dengan konektivitas seluler opsional melalui modem Snapdragon X12 4G guna mendukung mobilitas para profesional di luar ruangan.

Untuk fitur keamanan, Lenovo menyematkan sensor pembaca sidik jari yang terintegrasi langsung dengan chip keamanan internal.

Pada bagian visual, laptop ini mengusung panel layar dengan resolusi 1200p yang memiliki tingkat kecerahan 400 nit, refresh rate 60 Hz, serta cakupan warna 45% NTSC.

Lenovo juga mengonfirmasi bahwa varian yang menggunakan prosesor Intel akan menyusul di pasar global pada paruh kedua tahun 2026.

Meskipun belum resmi diumumkan untuk pasar Amerika Utara, Prancis, dan Jerman, kehadiran perangkat ini di Singapura serta Hong Kong menjadi indikasi kuat mengenai potensinya untuk segera masuk ke pasar Indonesia.

Di pasar Singapura, laptop ini dijual dengan harga mulai SGD 1.738 atau sekitar Rp 20,8 jutaan.

>>> HP Rilis OmniBook 7 14 dengan Prosesor Intel Core Ultra Series 2

Sementara di Hong Kong harganya mulai HKD 8.974 atau kisaran Rp 18,8 jutaan, di Australia seharga AUD 1.929 atau sekitar Rp 20,2 jutaan, dan di Irlandia dibanderol mencapai EUR 2.222 atau setara Rp 37,7 jutaan.