Satu di antara contohnya terlihat saat menangani Chelsea yang hanya kebobolan 15 gol dalam perjalanan meraih gelar Premier League musim 2004/2005.

Karakter tersebut membuat kemampuan bertahan seorang bek menjadi aspek yang sangat penting dalam sistem permainan Mourinho.

Kelemahan Alexander-Arnold

Sementara itu, kelemahan Alexander-Arnold dalam bertahan sudah lama menjadi sorotan.

Pada periode akhir kepelatihan Jurgen Klopp di Liverpool, ia bahkan lebih sering dimainkan dalam peran hibrida antara bek kanan dan pengatur serangan dari area yang lebih dalam.

>>> Menginap Sambil Menikmati Sunset di The Trans Luxury Hotel Surabaya

Peran tersebut dinilai mampu memaksimalkan kualitas umpan dan visi bermain pemain yang telah mengoleksi 34 penampilan bersama Timnas Inggris itu.

Kendati posisinya sebagai bek kanan bisa terancam, peluang tetap terbuka bagi Alexander-Arnold untuk mendapatkan tempat dalam sistem Mourinho sebagai gelandang.

Dengan cara itu, Real Madrid dapat memanfaatkan kemampuan distribusi bolanya yang menjadi satu di antara yang terbaik di Eropa.

Konate Makin Dekat ke Bernabeu

Alexander-Arnold juga berpotensi kembali bermain bersama mantan rekannya di Liverpool, Ibrahima Konate.

Keduanya pernah membantu Liverpool menjuarai Piala FA dan Piala Liga Inggris musim 2021/2022 di bawah asuhan Klopp.

Liverpool telah mengumumkan bahwa Konate akan meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada penghujung bulan ini.

Bek tengah Timnas Prancis itu kini dikabarkan sedang menjalani tahap akhir negosiasi untuk bergabung dengan Real Madrid.

Meski transfernya belum diumumkan secara resmi, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sudah memberi sinyal kuat mengenai kedatangan Konate.

"Saya bisa memastikan bahwa jika saya tetap menjadi presiden Real Madrid, salah satu bek terbaik dunia, Konate, akan bermain untuk Real Madrid mulai musim depan," ujar Perez kepada Diario AS.