Maximo Quiles, salah satu pesaing terkuat Veda Ega Pratama di Moto3, merasa terhormat sering disandingkan dengan Marc Marquez.

Label sebagai penerus juara dunia tujuh kali itu menjadi dorongan moral signifikan baginya.

>>> Timnas Indonesia U-19 Gilas Myanmar di Piala AFF 2026, Perubahan Taktik Ini Jadi Sorotan

Alih-alih terbebani, Quiles justru memandang perbandingan tersebut sebagai sumber energi positif. Ia bertekad terus membuktikan kapasitasnya melalui pencapaian konsisten sepanjang musim.

Kegemilangan Maximo Quiles di Moto3 2026

Perjalanan karier Quiles di Grand Prix tergolong cepat dan menjanjikan. Debutnya pada musim 2025 langsung mencuri perhatian berkat performa kompetitif.

Pada musim pertamanya, pembalap berusia 18 tahun itu mengunci posisi ketiga di klasemen akhir Moto3 2025. Total 274 poin yang ia kumpulkan menjadi bukti nyata talentanya.

Meski hasilnya luar biasa, Quiles memilih bertahan di Moto3 pada 2026 untuk mematangkan teknik dan mental.

Keputusan itu terbukti tepat karena kini ia berpeluang besar meraih gelar juara dunia.

Catatan performa Quiles di awal musim 2026:

>>> Sarwendah Sindir Sosok 'Cong' soal Nafkah Rp200 Juta, Netizen: Berani Banget!

  • Empat kali kemenangan podium dari enam balapan pembuka.
  • Dua kali posisi kedua pada seri lainnya.
  • Mengoleksi 140 poin dan kokoh di puncak klasemen.
  • Unggul 64 poin dari pesaing terdekat, Adrian Fernandez.

Statistik ini menunjukkan konsistensi Quiles di lintasan. Penguasaan motor dan strategi balapnya sering menyulitkan lawan.

Dominasi di Puncak Klasemen Sementara

Keunggulan poin yang lebar menempatkan Quiles sebagai kandidat terkuat juara dunia. Ia seolah berada di level berbeda dibandingkan pembalap muda lainnya.

Adrian Fernandez di peringkat kedua harus bekerja ekstra keras untuk memangkas jarak. Sementara Veda Ega Pratama terus berjuang di papan atas untuk memberikan persaingan ketat.

Data klasemen Quiles hingga seri Italia 2026:

  • Posisi: Peringkat 1
  • Poin: 140
  • Kemenangan: 4 kali podium utama
  • Selisih poin: Unggul 64 poin dari posisi kedua

Konsistensi meraih podium di setiap seri menjadi kunci keunggulannya. Publik otomotif Indonesia juga memantau progres Veda yang menjadi satu-satunya pembalap non-Spanyol di lima besar.

Pertarungan diprediksi semakin memanas pada seri berikutnya. Quiles fokus mempertahankan performa dan mendulang poin penuh.

>>> Jejak Sejarah Piala Dunia 1938: Kejayaan Italia dan Debut Hindia Belanda

Dengan semangat terinspirasi dari Marc Marquez, Quiles berharap segera mengunci gelar juara dunia pertamanya. Modal poin dan kepercayaan diri tinggi menjadi senjatanya di sisa musim 2026.