"Bisa saja DHE ini sangat berpengaruh, walaupun nanti secara teknisnya saya belum tahu. Tetapi ini hanya bersifat sementara, karena sebenarnya pelaku pasar ini sedang tertuju terhadap pernyataan dari Trump tentang nota kesepahaman gencatan senjata antara Iran dan Amerika. Ini yang sedang ditunggu," kata Ibrahim.

Ia menambahkan, penguatan dollar AS masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Pada perdagangan Senin, indeks dollar AS tercatat menguat meski sempat mengalami koreksi dalam sesi intraday.

"Kalau saya lihat bahwa dalam perdagangan hari ini sebenarnya dollar AS itu menguat, terjadi gap up. Sempat juga tadi mengalami pelemahan di 35 poin, tetapi langsung kembali menguat," ujarnya.

Sementara itu, kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah berada di posisi Rp 17.883 per dollar AS pada Jumat (29/5/2026). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan level Rp 17.789 per dollar AS pada 26 Mei 2026.

Kurs Rupiah di Bank Nasional

Kenaikan nilai tukar dollar AS juga tercermin pada kurs jual yang ditetapkan sejumlah bank besar. Beberapa di antaranya bahkan sudah mendekati level Rp 18.000 per dollar AS.

  • BRI: Jual Rp 17.990 | Beli Rp 17.788
  • BTN: Jual Rp 18.010 | Beli Rp 17.760
  • Bank Mandiri: Jual Rp 17.940 | Beli Rp 17.640
  • BNI: Jual Rp 17.895 | Beli Rp 17.875
  • CIMB Niaga: Jual Rp 17.889 | Beli Rp 17.874
  • BCA: Jual Rp 17.940 | Beli Rp 17.690
  • Bank Permata: Jual Rp 17.940 | Beli Rp 17.755

Kurs jual merupakan harga yang digunakan bank saat menjual dollar AS kepada nasabah, sedangkan kurs beli adalah harga saat bank membeli valuta asing dari nasabah.