Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, akan didominasi kondisi berawan hingga fenomena udara kabur sepanjang awal Juni 2026.

Prakiraan ini berlaku mulai Senin, 1 Juni 2026, hingga pertengahan pekan depan. Informasi ini penting bagi nelayan, penyedia jasa transportasi laut, dan wisatawan yang hendak menyeberang.

>>> Bolone Mase Jateng Gelar Konsolidasi 2026, Kawal Program Pemerintah dan Lawan Hoaks

Prakiraan Cuaca Harian

Pada 1 Juni, cuaca diprediksi berawan dengan suhu 28-29 derajat Celsius dan kelembapan 73-78 persen.

Pada 2 dan 3 Juni, cuaca tetap berawan dengan suhu 27-30 derajat Celsius dan kelembapan 68-81 persen.

Memasuki 4-5 Juni, cuaca berawan tebal masih menyelimuti wilayah tersebut dengan suhu stagnan 28-29 derajat Celsius.

Pada 6 Juni, Kepulauan Seribu diprediksi mengalami udara kabur dengan kelembapan mencapai 86 persen dan suhu 27-30 derajat Celsius.

Kondisi udara kabur mereda sementara pada 7-9 Juni, cuaca kembali berawan dengan suhu 28-29 derajat Celsius.

>>> Liburan Keluarga Seru di Swiss-Belhotel International Bersama Bernie & Bella

Pada 10 Juni, udara kabur kembali terjadi dengan suhu merosot ke 26-28 derajat Celsius dan kelembapan 76-82 persen.

Imbauan Keselamatan

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nakhoda kapal tradisional, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan jarak pandang akibat udara kabur. Penurunan visibilitas berpotensi mengganggu jalur pelayaran antar-pulau.

Beberapa langkah keselamatan yang disarankan: periksa navigasi dan lampu kapal sebelum berlayar, hindari kecepatan tinggi di perairan berkabut, sediakan alat keselamatan seperti pelampung, dan batasi aktivitas luar ruangan jika jarak pandang menurun.

Secara keseluruhan, sepanjang sepuluh hari pertama Juni 2026, wilayah Kepulauan Seribu minim potensi badai atau hujan angin.

>>> 5 Alasan Bisnis Kopi Tetap Cuan di 2026 meski Daya Beli Melemah

BMKG terus memperbarui data pergerakan angin dan tinggi gelombang di Teluk Jakarta.