Operator kompetisi I.

League tidak memasukkan nama penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam, ke dalam daftar nominasi kategori Best Goalkeeper Super League musim 2025/2026.

>>> Mikel Arteta Tak Tonton Laga Penentu Juara Arsenal

Nominasi tersebut diumumkan pada Rabu, 20 Mei 2026.

Keputusan ini memicu perhatian karena Teja Paku Alam memiliki catatan nirbobol atau clean sheet tertinggi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kandidat Kiper Terbaik

I. League hanya merilis tiga nama untuk kandidat kiper terbaik.

Ketiganya adalah Nadeo Argawinata dari Borneo FC Samarinda, Igor Rodrigues dari Persita Tangerang, dan Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta.

Teja Paku Alam sebenarnya menorehkan keunggulan dengan 17 kali clean sheet dari 30 pertandingan.

Catatan tersebut melampaui para pesaingnya.

Nadeo Argawinata mengoleksi 12 clean sheet, disusul Cahya Supriadi dengan 9 clean sheet, dan Igor Rodrigues dengan 8 clean sheet.

>>> Hansi Flick Setujui Barcelona Permanenkan Marcus Rashford

Ketangguhan Teja Paku Alam juga mengantarkan Persib Bandung menjadi tim dengan pertahanan paling solid di liga.

Persib hanya kebobolan 22 gol sepanjang musim, mengungguli Persija Jakarta (29 gol), Borneo FC (30 gol), serta Persita Tangerang (34 gol).

Statistik Penyelamatan Jadi Penentu

Namun, statistik penyelamatan atau save disinyalir menjadi indikator utama bagi I. League dalam menentukan nominasi ini.

Teja Paku Alam tercatat hanya melakukan 65 kali penyelamatan dari 30 laga.

Jumlah itu berkisar separuh dari torehan para kandidat lain.

Nadeo Argawinata memimpin performa dengan 130 penyelamatan dari 33 pertandingan.

Sementara Cahya Supriadi dan Igor Rodrigues sama-sama membukukan 103 penyelamatan.

>>> Barcelona Hentikan Perburuan Alessandro Bastoni dari Inter Milan

Data ini mengindikasikan bahwa banyaknya penyelamatan lebih dinilai merefleksikan kontribusi langsung seorang penjaga gawang ketika lini pertahanan timnya mendapatkan ancaman.