Reuben Koh, Director of Security Technology & Strategy Akamai Technologies untuk Asia-Pasifik & Jepang, mengatakan bahwa perusahaan di APAC bergerak cepat memperluas penggunaan AI, tetapi fondasi keamanan masih rapuh.

Ia menambahkan bahwa API yang mendukung aplikasi AI terus bertambah dan menjadi titik buta.

Risikonya bukan lagi sekadar teknis, melainkan bisa memicu gangguan layanan besar, biaya pemulihan masif, hingga runtuhnya kepercayaan konsumen.

Kesenjangan Komunikasi antara Pimpinan dan Tim Teknis

Riset Akamai juga mengungkap kesenjangan komunikasi antara pimpinan perusahaan dan tim teknis. Sebanyak 56% pimpinan di level C-suite merasa sangat siap menghadapi ancaman serangan API.

Sebaliknya, hanya 44% tim penanggung jawab keamanan aplikasi (AppSec) yang memiliki keyakinan serupa. Optimisme berlebih di tingkat pimpinan dinilai berbahaya karena tidak mencerminkan kondisi operasional.

>>> Telkom Gelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 untuk Perkuat Kedaulatan Digital

Sebagai langkah mitigasi, Akamai merekomendasikan perusahaan untuk memperketat tata kelola dan melakukan inventarisasi total terhadap seluruh API. Aspek keamanan harus menjadi prasyarat sebelum meluncurkan sistem AI ke publik.