Produsen merespons dengan beberapa langkah strategis. Mereka menaikkan harga ritel, mengurangi spesifikasi teknis, dan mengetatkan distribusi produk.

Research Manager Omdia, Le Xuan Chiew, mengatakan vendor kini lebih fokus menjaga profitabilitas. Mereka menaikkan ASP ketimbang mengejar pertumbuhan volume.

>>> Edifier Luncurkan Headphone Auro Ace dengan Layar Lirik Lagu

Proyeksi ke depan menunjukkan ketidakpastian harga dan pasokan masih akan berlangsung. Produsen harus mengalkulasi keterbatasan komponen global sambil mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Pasar smartphone Asia Tenggara diperkirakan masih menghadapi tekanan harga hingga beberapa kuartal mendatang. Segmen ponsel murah diprediksi paling terpengaruh karena sensitivitasnya terhadap fluktuasi harga.

Laporan Omdia disusun menggunakan metode pencatatan sell-in shipment.

Artinya, angka yang disajikan mencerminkan pasokan produk yang disalurkan oleh produsen ke distributor, toko ritel, atau saluran penjualan resmi, bukan angka riil penjualan ke pengguna akhir.

Berikut adalah rincian data pengiriman dan pangsa pasar dari lima produsen smartphone teratas di Asia Tenggara untuk kuartal I-2026 berdasarkan riset Omdia.

Samsung mencatat pengiriman 4,6 juta unit dengan pangsa pasar 21 persen, naik dari 4,4 juta unit dan 19 persen pada kuartal I-2025.

Oppo mengirim 4,2 juta unit (20 persen), turun dari 5,1 juta unit (21 persen).

Xiaomi mengirim 3,7 juta unit (17 persen), turun dari 4,2 juta unit (18 persen).

Transsion mengirim 3,4 juta unit (16 persen), turun dari 3,7 juta unit (16 persen).

Vivo mengirim 2,1 juta unit (9 persen), turun dari 2,8 juta unit (12 persen).

Merek lain mengirim 3,7 juta unit (17 persen), naik dari 3,5 juta unit (15 persen).

>>> 30 Kode Redeem FF Terbaru 20 Mei 2026: Klaim 100 Diamond Gratis dan Item Langka

Total pengiriman kuartal I-2026 adalah 21,6 juta unit, turun dari 23,7 juta unit pada kuartal I-2025.