PT Indomarco Prismatama Milik Anthony Salim, Truk Kopdes Merah Putih Terekam Ambil Barang di Gudang Surabaya

Koperasi Desa Merah Putih kembali menjadi sorotan publik setelah muncul video yang memperlihatkan dua truk koperasi tersebut keluar dari gudang PT Indomarco Prismatama di Surabaya.

Video berdurasi 31 detik itu ramai dibahas di media sosial usai diunggah akun X @taliudeng pada 17 Mei 2026.

Dalam rekaman tersebut, terlihat dua truk putih bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih membawa muatan barang dari area gudang distribusi.

Unggahan itu memunculkan pertanyaan publik terkait hubungan distribusi barang antara Kopdes Merah Putih dan PT Indomarco Prismatama.

Akun pengunggah juga menuliskan komentar bernada sindiran mengenai penggunaan armada pengangkut oleh koperasi desa tersebut.

>>> Jadwal Acara Televisi Rabu, 20 Mei 2026 ada Film Bioskop U.S. Marshals dan Little Big Soldier di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Nonton

PT Indomarco Prismatama Pengelola Jaringan Indomaret

PT Indomarco Prismatama merupakan perusahaan yang mengelola jaringan minimarket Indomaret di Indonesia.

Perusahaan itu berada di bawah kelompok usaha Salim Group yang dimiliki pengusaha nasional Anthony Salim.

PT Indomarco Prismatama berdiri pada 1988 dan mulai memperluas model bisnis waralaba Indomaret kepada masyarakat sejak 1997.

Sistem kemitraan tersebut dikembangkan agar lebih sederhana dan terjangkau sehingga memudahkan pelaku usaha membuka gerai minimarket.

Jaringan Distribusi Menjangkau Berbagai Daerah

Dalam penjelasan perusahaan, PT Indomarco Prismatama saat ini didukung puluhan pusat distribusi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Perusahaan juga disebut telah mempekerjakan lebih dari 170 ribu pekerja.

  • Jaringan distribusi tersebar di Pulau Jawa
  • Operasional menjangkau Bali dan Nusa Tenggara
  • Distribusi tersedia di Kalimantan dan Sulawesi
  • Jaringan usaha berkembang hingga Sumatera

Aktivitas dua truk Kopdes Merah Putih di gudang perusahaan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa produk yang dijual koperasi desa dipasok dari jaringan distribusi Indomaret.

Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait detail kerja sama distribusi antara kedua pihak.