Dua Kecepatan K-Pop: Antara Viral dan Musik yang Mengendap
Kemudian, ia mendapatkan slot headliner pertamanya di Green Camp Festival di Icheon, Provinsi Gyeonggi, peran utama pertama dalam kariernya.
>>> Harga Jam AP x Swatch Royal Pop dan Alasan Laku Keras
Penampilannya mencerminkan semakin besarnya audiens yang menghargai musik yang memberi imbalan bagi pendengaran berkelanjutan, bukan viralitas pendek.
AKMU juga mewakili lintasan itu.
Duo saudara ini kembali awal tahun ini dengan album studio keempat "FLOWERING," tujuh tahun setelah rilis album penuh terakhir mereka.
Alih-alih memprioritaskan momen viral yang terisolasi, proyek ini menekankan kohesi album dan kesinambungan penulisan lagu, dengan Lee Chan-hyuk menulis dan mengaransemen setiap lagu sendiri.
Acara mendengarkan terbaru duo ini di Seoul menarik penggemar yang duduk dengan tenang selama album diputar, alih-alih merekam klip untuk media sosial.
Ini menawarkan kontras yang mencolok dengan atmosfer yang sangat mudah dibagikan di sekitar banyak rilis idola.
Para peneliti industri semakin mempertanyakan apakah viralitas saja dapat menghasilkan penggemar jangka panjang.
Perusahaan riset MIDiA berpendapat bahwa meskipun media sosial sangat efektif untuk penemuan, paparan viral tidak selalu menciptakan loyalitas pendengar yang berkelanjutan atau keterlibatan yang lebih dalam dengan katalog artis.
Temuan itu memiliki paralel domestik. Konsumsi digital K-Pop di Korea turun 6,4 persen tahun ke tahun pada 2025.
Beberapa analis menghubungkan penurunan itu dengan meningkatnya volume lagu berbahasa Inggris yang padat dan pendek, yang terasa kurang terhubung dengan pendengar lokal.
Ketegangan itu semakin terlihat di dalam K-Pop itu sendiri. Semakin banyak grup K-Pop rookie yang menjangkau audiens global melalui strategi short-form yang dioptimalkan secara ketat.
Pada saat yang sama, artis seperti Hanroro dan AKMU terus membangun karier melalui festival, penceritaan emosional, dan pengalaman mendengarkan berulang yang berlangsung lebih lambat.
Update Terbaru
Satya Nadella Khawatir OpenAI Bisa Gusur Dominasi Microsoft
Senin / 18-05-2026, 19:39 WIB
Grand Final Indonesian Idol S14 Tayang Malam Ini, Niki Becker dan Celyna Grace Perebutkan Gelar Juara
Senin / 18-05-2026, 19:36 WIB
Kendaraan Niaga Bekas Kuasai 23 Persen Pasar Lelang Kuartal I 2026
Senin / 18-05-2026, 19:34 WIB
Maia Estianty Pamer Gendong Cucu: Seperti Jatuh Cinta Lagi
Senin / 18-05-2026, 19:29 WIB
Mengapa Gubernur BI Perry Warjiyo Didesak Mundur? Primus Yustisio Soroti Rupiah dan IHSG Terpuruk
Senin / 18-05-2026, 19:28 WIB
Update Kondisi Terbaru Ansy Jan De Vries Model dan Muse yang Kritis Usai Jadi Korban Begal di Kebon Jeruk
Senin / 18-05-2026, 19:25 WIB
1 Jam War Tiket Artist Presale, Konser Day 2 The Weeknd Nyaris Ludes
Senin / 18-05-2026, 19:24 WIB
SHOW Perkenalkan Ekosistem Hiburan Berbasis AI dan Blockchain di Indonesia
Senin / 18-05-2026, 19:19 WIB
Suzuki Pelajari Potensi Peluncuran Burgman 150 di Indonesia
Senin / 18-05-2026, 19:14 WIB
Drama Korea 'We Are All Trying Here' Raup Popularitas Lewat Word of Mouth
Senin / 18-05-2026, 19:09 WIB
Rupiah Melemah, Daya Beli Pasar Mobil Bekas Tertekan
Senin / 18-05-2026, 19:04 WIB
Xiaomi Peringatkan Harga HP Flagship China Berpotensi Melonjak Drastis
Senin / 18-05-2026, 18:59 WIB
Lebih dari 70 Ribu Orang Antre War Tiket The Weeknd Artist Presale
Senin / 18-05-2026, 18:54 WIB
Enam Pebalap Kena Sanksi Tekanan Ban di MotoGP Catalunya 2026
Senin / 18-05-2026, 18:49 WIB






